Selasa, 09 Februari 2016

5 type Anak terhadap orangtua

WAQFAH

-Kita Type Yang Mana???-

5 type Anak terhadap orangtua

1. Tidak mengerjakan apa yg diperintahkan org tuanya. Ini type durhaka

2. Melakukan apa yg diperintahkan namun dengan berat hati dan enggan. Ini type yg tidak diganjar pahala dan kebaikan

3. Melakukan apa yg diperintahkan namun diiringi dgn menyebut2, menyakiti perasaan.dan menggerutu serta meninggikan suara. Type semacam inilah yang mendapat dosa (dibawah nomer 1 seharusnya)

4. Melakukan apa yang diperintahkan orangtuanya dengan senang hati. Type ini diganjar dengan pahala dan kebaikan. Type semacam ini sedikit sekali jumlahnya

5. Melakukan apa yang diinginkan orang tuanya sebelum diperintahkan. Inilah type sempurna birrulwalidain yg mendapat taufik.  Type ini jarang ditemui. Apalagi dizaman seperti saat ini

Tentang dua tipe terakhir , jangan ditanya soal keberkahan umur mereka, keluasan rezeki, ketenangan  dan kelapangan hati, serta kemudahan urusan mereka.

"Dan demikianlah karunia Allah, Dia memberikannya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Via M. Abdul Aziz

Catatan:

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Sekiranya engkau mau, maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah!!” (HR. Ahmad)

Qadhi Iyadh menjelaskan, “Maksud pintu surga yang paling tengah adalah pintu yang paling baik dan paling tinggi. Dengan kata lain mentaati dan menjaga orang tua adalah sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga dan meraih derajat yang paling tinggi di dalamnya”.

______________
Madinah 29-04-1437 H
ACT El-Gharantaly

Sunnah dalam shalat yg banyak DILUPAKAN

076. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun

*Sunnah dalam shalat yg banyak DILUPAKAN...*

=====

Ada sebuah doa di dalam shalat yg sangat Nabi -shollallohu alaihi wasallam- tekankan untuk dibaca di akhir shalat, namun banyak dari kaum muslimin yg melupakannya.

Doa tersebut ada dalam penggalan hadits berikut ini:

Dari Sahabat Mu'adz bin Jabal, bahwa Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- pernah memegang tangannya, dan beliau mengatakan:

"Ya Mu'adz, demi Allah, sungguh aku benar-benar mencintaimu. Demi Allah, sungguh aku benar-benar mencintaimu".

Kemudian beliau mengatakan: "Aku wasiatkan kepadamu ya Mu'adz, jangan sekali-kali kamu meninggalkan membaca (doa ini) di akhir SETIAP shalat:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

(Ya Allah, bantulah aku dalam berdzikir kepada-Mu, dalam mensyukuri-Mu, dan dalam membaikkan ibadah kepada-Mu)

Dan muadz pun setelah itu mewasiatkan doa ini kepada Ash-Shunabihi (orang yang dicintainya). [HR. Abu Dawud: 1522, hadits ini sahih].
Subhanallah, lihatlah bagaimana beliau ingin agar doa ini benar-benar diamalkan oleh Mu'adz... sampai-sampai beliau mengutarakan kecintaannya kepada Mu'adz dengan 5 penekanan:

1. Bersumpah dengan nama Allah. 2. menggunakan kata "Inni" (sesungguhnya aku). 3. menggunakan kata "la-uhibbuk" (benar-benar mencintaimu). 4. Mengulangi sumpah dan ungkapan cinta itu sebanyak dua kali. 5. Menyebut nama Mu'adz sebagai penegas sasaran seruan beliau.

Dan beliau juga memberikan 3 penekanan lain pada sabda beliau ini, yaitu: 1. Menggunakan redaksi wasiat "uushiika". 2. Menggunakan nun taukid: "la tada'anna" (jangan sekali-kali engkau meninggalkan". 3. Penegasan bahwa itu di SETIAP shalat "kulli sholah".
Tentunya ini semua menunjukkan betapa pentingnya doa ini dalam kehidupan umatnya... jika demikian, sudahkah Anda mengamalkannya?!
Mari amalkan sunnah ini di setiap akhir shalat kita... Ingat, amal Anda adalah untuk Anda sendiri...

Oleh Ustadz Musyafa Ad Dariniy MA

https://www.facebook.com/addariny.abuabdillah/posts/942267602554824
.------------------------

Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.

boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

Melihatnya membuat ingat Allah

Melihatnya membuat ingat Allah...

Dalam sebuah hadits disebutkan..
عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ ، قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَلا أُخْبِرُكُمْ بِخِيَارِكُمْ ؟ " , قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ! قَالَ : " الَّذِينَ إِذَا رُءُوا ذُكِرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ " . ثُمَّ قَالَ : " أَلا أُخْبِرُكُمْ بِشِرَارِكُمْ ؟ " , قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ! قَالَ : " الْمَشَّاؤُونَ بِالنَّمِيمَةِ ، الْمُفَرِّقُونَ بَيْنَ الأَحِبَّةِ ، الْبَاغُونَ الْبُرَءاءَ الْعَنَتَ " .
Dari Asma bintu Yazid ia berkata..
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda..
Maukah aku kabarkan kepada kalian orang yang terbaik ?
Mereka berkata, "Mau wahai Rasulullah..
Beliau bersabda, "Yaitu orang orang yang apabila dilihat, membuat ingat kepada Allah..
Beliau bersabda, "Maukah aku beritahu siapa orang terburuk ?
Mereka berkata, "Mau wahai Rasulullah."
Beliau bersabda, "Yaitu orang yang berjalan mengadu domba..
menceraikan orang orang yang saling mencintai..
dan menyusahkan orang yang tak berdosa..
HR Ahmad..
dihasankan oleh Syaikh Al Albani.

itulah sebaik baiknya manusia..
melihatnya membuat ingat Allah..
karena ketaqwaan dan istiqomahnya..
karena ibadah dan ketaatannya..
dan selalu tunduk kepada perintahNya..
sifat mereka tawadlu dan rendah hati..
baju mereka dihiasi sunnah..
lisan mereka memancarkan hikmah..
bahagialah..
orang yang diberikan teman seperti itu..

- Ust. Badru Salam

===

Broadcasted by Islam itu Indah
- Line: @islamituindah (pakai @) atau klik: http://line.me/ti/p/%40islamituindah
- Telegram channel: @islamindah

===

Silahkan disebarluaskan

Senin, 08 Februari 2016

Keutamaan Berbakti kepada Ibu

# Keutamaan Berbakti kepada Ibu

Dari Abdullah ibnu Abbas, seorang pria datang kepadanya lalu berkata,

إِنِّى خَطِبْتُ امْرَأَةً، فَأَبَتْ أَنْ تَنْكِحَنِي، وَخَطَبَهَا غَيْرِى، فَأَحَبَّتْ أَنْ تَنْكِحَهُ، فَغِرْتُ عَلَيْهَا فَقَتَلْتُهَا، فَهَلْ لِيْ مِنْ تَوْبَةٍ؟ قَالَ: أُمُّكَ حَيَّةٌ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: تُبْ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَتَقَرَّبْ إِلَيْهِ مَا اسْتَطَعْتَ. فَذَهَبْتُ، فَسَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ: لِمَ سَأَلْتَهُ عَنْ حَيَاةِ أُمِّهِ؟ فَقَالَ: "إِنِّى لاَ أَعْلَمُ عَمَلاً أَقْرَبُ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ بِرِّ الْوَالِدَةِ

”Saya meminang seorang wanita, tetapi perempuan itu menolak pinanganku. Setelah kedatanganku, seorang pria datang meminangnya dan wanita tersebut menerimanya. Saya pun cemburu, kemudian saya membunuh wanita itu. Apakah masih ada taubat untukku?"

Ibnu Abbas lalu bertanya, ”Apakah ibumu masih hidup?"

Dia menjawab, "Tidak.”

Ibnu Abbas lalu berkata, "Bertaubatlah kepada Allah dan dekatkan dirimu kepada-Nya sesuai kemampuan."

Atha’ ibnu Yasar lalu bertanya pada Ibnu Abbas, "Mengapa engkau bertanya mengenai ibunya?"

Beliau menjawab, "Saya tidak tahu amalan (apalagi) yang paling mampu mendekatkan (diri seorang) kepada Allah ta'ala selain dari berbakti kepada ibu."

[Shahih. HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad. Lihat Ash Shahihah (2799)].
________________

Broadcasted by Islam itu Indah

Minggu, 07 Februari 2016

MEMANTIK SEMANGAT

075. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun

*MEMANTIK SEMANGAT."

=======

Pabrik-pabrik Hengkang.

Satu demi satu hengkang, yang lain mulai pikir pikir ikutan. Anda pusing?

Layakkah anda pusing karenanya? Dan apa pusingnya kepala anda dapat menjadikan rejeki anda bertambah&para investor berdatangan?

Percayalah hengkangnya perusahaan itu membawa berkah bagi negri kita, negri kita bisa kembali menjadi negri agraris, negri juragan bukan lagi negri karyawan.

Percayalah, rejeki anda sudah dijamin Allah dan tidak akan berkurang dibawa pergi oleh para investor pecundang atau lainnya.

Silahkan yang lain ikut hengkang, agar bangsaku kembali jadi tuan rumah di negri sendiri. Mojopahit berjaya tanpa investor, Sriwijaya kuat tanpa bantuan hutang dari lembaga keuangan global.

Dan yang jelas, Indonesia harus bangkit di atas cucuran keringat sendiri bukan dengan aliran limbah bangsa lain.

Dan yang lebih jelas lagi, kita semua harus ingat bahwa hidup, mati, rejeki dan semua datangnya dari Allah, kalau londo, singopuro dan jepun saja bisa hidup tanpa pertanian dan lahan luas, mengapa kita takut dan galau?

Lahan kita masih sangat luuuuuuuas, namun pikiran kita yang telah suuuempit, jadi kalimantan, sumatra, irian, sulawesi dan jawa seluas ini, masih saja ada yang belum tahu, sampai berkata lahan pertanian telah sempit.

Betul, sempit karena banyak dari kita yang enggan ke sawah, ke ladang, apalagi ke ladang yang ada di kalimantan dan lainnya. Banyak dari kita yang terlanjur menikmati status sebagai bangsa terjajah.

Bung Tomo mengobarkan semangat juang dan kemerdekaan dengan pekikan: Allahu Akbar, bukan dengan pinjaman modal dari cino atau londo.
Ayo saudaraku, kembali kita bangun negri kita dengan semangat pekikan : ALLAHU AKBAR.

Bung Tomo mengobarkan semangat juang dan kemerdekaan dengan pekikan: Allahu Akbar, bukan dengan pinjaman modal dari cino atau londo.
Ayo saudaraku, kembali kita bangun negri kita dengan semangat pekikan : ALLAHU AKBAR.

Oleh Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri, MA

https://www.facebook.com/muhammadarifin.badri/posts/1329449133739265?pnref=story
.------------------------



Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.

boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

MEMANTIK SEMANGAT

075. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun

*MEMANTIK SEMANGAT."

=======

Pabrik-pabrik Hengkang.

Satu demi satu hengkang, yang lain mulai pikir pikir ikutan. Anda pusing?

Layakkah anda pusing karenanya? Dan apa pusingnya kepala anda dapat menjadikan rejeki anda bertambah&para investor berdatangan?

Percayalah hengkangnya perusahaan itu membawa berkah bagi negri kita, negri kita bisa kembali menjadi negri agraris, negri juragan bukan lagi negri karyawan.

Percayalah, rejeki anda sudah dijamin Allah dan tidak akan berkurang dibawa pergi oleh para investor pecundang atau lainnya.

Silahkan yang lain ikut hengkang, agar bangsaku kembali jadi tuan rumah di negri sendiri. Mojopahit berjaya tanpa investor, Sriwijaya kuat tanpa bantuan hutang dari lembaga keuangan global.

Dan yang jelas, Indonesia harus bangkit di atas cucuran keringat sendiri bukan dengan aliran limbah bangsa lain.

Dan yang lebih jelas lagi, kita semua harus ingat bahwa hidup, mati, rejeki dan semua datangnya dari Allah, kalau londo, singopuro dan jepun saja bisa hidup tanpa pertanian dan lahan luas, mengapa kita takut dan galau?

Lahan kita masih sangat luuuuuuuas, namun pikiran kita yang telah suuuempit, jadi kalimantan, sumatra, irian, sulawesi dan jawa seluas ini, masih saja ada yang belum tahu, sampai berkata lahan pertanian telah sempit.

Betul, sempit karena banyak dari kita yang enggan ke sawah, ke ladang, apalagi ke ladang yang ada di kalimantan dan lainnya. Banyak dari kita yang terlanjur menikmati status sebagai bangsa terjajah.

Bung Tomo mengobarkan semangat juang dan kemerdekaan dengan pekikan: Allahu Akbar, bukan dengan pinjaman modal dari cino atau londo.
Ayo saudaraku, kembali kita bangun negri kita dengan semangat pekikan : ALLAHU AKBAR.

Bung Tomo mengobarkan semangat juang dan kemerdekaan dengan pekikan: Allahu Akbar, bukan dengan pinjaman modal dari cino atau londo.
Ayo saudaraku, kembali kita bangun negri kita dengan semangat pekikan : ALLAHU AKBAR.

Oleh Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri, MA

https://www.facebook.com/muhammadarifin.badri/posts/1329449133739265?pnref=story
.------------------------



Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.

boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

Sabtu, 06 Februari 2016

Keberkahan Ilmu

074. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun

*Keberkahan Ilmu"

=======

Syeikh Ibrahim Ruhaili ditanyakan seseorang tentang dirinya yang telah" berkepala empat"dan telat menimba ilmu. Barulah ia sadar tentang pentingnya ilmu sekarang.

Syeikh menjawab bahwa tiada kata terlambat dalam menimba ilmu. Sekalipun seseorang akan segera binasa dan ia punya kesempatan untuk menimba ilmu,maka wajib baginya belajar.

Nabi sendiri baru diberikan wahyu yang mana itulah hakikat ilmu,ketika berusia 40 tahun,demikian juga para sahabat banyak yang baru belajar islam setelah 40 tahun. Menurut beliau bahwa usia 40 tahun adalah usia kematangan berfikir dan kesiapan jiwa.

Kata beliau belajar itu bukanlah berapa lama masanya, tetapi keberkahan yang dihasilkannya. Banyak orang-orang yang belajar sebentar tetapi memiliki ilmu yang berkah untuk orang banyak, dibandingkan sebagian orang yang belajar berpuluh tahun,tetapi tidak bisa membawa keberkahan dengan ilmu yang ia pelajari.

Betapa berharganya ilmu sehingga para ulama berselisih membandingkan keutamaan antara menimba ilmu, berjihad dan berzikir.
Jawaban yang paling tepat bahwa ilmulah yang paling utama, karena ia mengumpulkan seluruh amalan tersebut. Pada ilmu ada jihad dalam menimbanya. Pada ilmu juga terkandung zikir yang tiada berkeputusan.

Pernah murid Imam Malik ingin melaksanakan sholat sunnah padahal Imam Malik sedang membawakan hadis-hadis untuknya. Maka imam Malik menegurnya dan berkata:

اجلس فما أنت فيه خير إذا صلحت النية

Duduklah sesungguhnya apa yang kerjakan ini lebih baik sekiranya niatnya benar !.

So...

Jangan pernah merasa terlambat dalam menimba ilmu.
*resume soal jawab Syeikh Ibrahim Ruhaili

----------
Masjid Nabi-Madinah, 25 Rabiul Akhir 1437 H/ 04 Feb 2016
Abu Fairuz

Oleh; Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan Muhammad Yunus, MA

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1029308107116026&set=a.485391754841000.104913.100001105385773&type=3&theater
------------------------

Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.

boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

Jumat, 05 Februari 2016

Free Download MP3 Qur'an dari Mishary Rasyid al-Afasy

Free Download MP3 Qur'an dari Mishary Rasyid al-Afasy

1. Al-Fatihah ↹ http://j.mp/1skRJ4A
2. Al-Baqarah ↹ http://j.mp/1skRLJV
3. Ali `Imran ↹ http://j.mp/1skRIxH
4. An-Nisa' ↹ http://j.mp/1skRLtt
5. Al-Ma'idah ↹ http://j.mp/1skRIxI
6. Al-'An`am ↹ http://j.mp/1u001ot
7. Al-'A`raf ↹ http://j.mp/1skRLJU
8. Al-'Anfal ↹ http://j.mp/1skRLtx
9. At-Tawbah ↹ http://j.mp/1skRM0h
10. Yunus ↹ http://j.mp/1skRLJT
11. Hud ↹ http://j.mp/1skRIOf
12. Yusuf ↹ http://j.mp/1skRLtu
13. Ar-Ra`d ↹ http://j.mp/1skRJ4B
14. Ibrahim ↹ http://j.mp/1skRIxP
15. Al-Hijr ↹ http://j.mp/1skRIO4
16. An-Nahl ↹ http://j.mp/1skRIOe
17. Al-'Isra' ↹ http://j.mp/1skRIxQ
18. Al-Kahf ↹ http://j.mp/1skRIxR
19. Maryam ↹ http://j.mp/1skRLJK
20. Taha ↹ http://bit.ly/1skRM0g
21. Al-'Anbya' ↹ http://j.mp/1skRLJM
22. Al-Haj ↹ http://j.mp/1skRIxK
23. Al-Mu'minun ↹ http://j.mp/1skRLtr
24. An-Nur ↹ http://j.mp/1skRJ4C
25. Al-Furqan ↹ http://j.mp/1skRLto
26. Ash-Shu`ara' ↹ http://j.mp/1skRJ4D
27. An-Naml ↹ http://j.mp/1skRLJZ
28. Al-Qasas ↹ http://j.mp/1u001ov
29. Al-`Ankabut ↹ http://j.mp/1skRIOg
30. Ar-Rum ↹ http://bit.ly/1skRIO8
31. Luqman ↹ http://bit.ly/1skRIxO
32. As-Sajdah ↹ http://j.mp/1skRLtn
33. Al-'Ahzab ↹ http://bit.ly/1skRJ4E
34. Saba' ↹ http://j.mp/1skRIOd
35. Fatir ↹ http://j.mp/1skRIxG
36. Ya-Sin ↹ http://j.mp/1skRLK3
37. As-Saffat ↹ http://j.mp/1skRIOc
38. Sad ↹ http://j.mp/1skRLJL
39. Az-Zumar ↹ http://j.mp/1skRLK0
40. Ghafir ↹ http://j.mp/1skRLtv
41. Fussilat ↹ http://j.mp/1skRXsv
42. Ash-Shuraa ↹ http://j.mp/1skRWVI
43. Az-Zukhruf ↹ http://j.mp/1skRXsA
44. Ad-Dukhan ↹ http://j.mp/1skRWF1
45. Al-Jathiyah ↹ http://j.mp/1skRXbX
46. Al-'Ahqaf ↹ http://j.mp/1skRWF2
47. Muhammad ↹ http://bit.ly/1u0057O
48. Al-Fath ↹ http://j.mp/1skRWF5
49. Al-Hujurat ↹ http://j.mp/1skRWVr
50. Qaf ↹ http://j.mp/1skRUgt
51. Adh-Dhariyat ↹ http://j.mp/1skRUwM
52. At-Tur ↹ http://j.mp/1skRXsz
53. An-Najm ↹ http://j.mp/1skRUgz
54. Al-Qamar ↹ http://bit.ly/1skRUx4
55. Ar-Rahman ↹ http://j.mp/1skRWF9
56. Al-Waqi`ah ↹ http://j.mp/1skRXst
57. Al-Hadid ↹ http://j.mp/1skRWVu
58. Al-Mujadila ↹ http://bit.ly/1skRUwZ
59. Al-Hashr ↹ http://j.mp/1skRWF0
60. Al-Mumtahanah ↹ http://j.mp/1skRUgv
61. As-Saf ↹ http://j.mp/1skRWVC
62. Al-Jumu`ah ↹ http://bit.ly/1skRWF4
63. Al-Munafiqun ↹ http://bit.ly/1skRWF8
64. At-Taghabun ↹ http://j.mp/1u0057N
65. At-Talaq ↹ http://j.mp/1skRUx1
66. At-Tahrim ↹ http://j.mp/1skRUwP
67. Al-Mulk ↹ http://j.mp/1skRWF3
68. Al-Qalam ↹ http://bit.ly/1skRUgx
69. Al-Haqqah ↹ http://j.mp/1skRUgs
70. Al-Ma`arij ↹ http://bit.ly/1skRWVJ
71. Nuh ↹ http://j.mp/1skRWEX
72. Al-Jinn ↹ http://j.mp/1skRWFb
73. Al-Muzzammil ↹ http://bit.ly/1skRUgr
74. Al-Muddaththir ↹ http://bit.ly/1skRWVB
75. Al-Qiyamah ↹ http://j.mp/1skRWEZ
76. Al-'Insan ↹ http://j.mp/1skRUwN
77. Al-Mursalat ↹ http://j.mp/1skRWVt
78. An-Naba' ↹ http://j.mp/1skRUgw
79. An-Nazi`at ↹ http://j.mp/1skRWVx
80. Abasa ↹ http://j.mp/1skRWVy
81. At-Takwir ↹ http://j.mp/1skRXsx
82. Al-'Infitar ↹ http://j.mp/1skRXbW
83. Al-Mutaffifin ↹ http://bit.ly/1skRUgy
84. Al-'Inshiqaq ↹ http://j.mp/1skRUwW
85. Al-Buruj ↹ http://bit.ly/1skRXsy
86. At-Tariq ↹ http://j.mp/1skRUgu
87. Al-'A`la ↹ http://j.mp/1skRUx5
88. Al-Ghashiyah ↹ http://j.mp/1skSo6g
89. Al-Fajr ↹ http://j.mp/1skSnPO
90. Al-Balad ↹ http://j.mp/1skSnPL
91. Ash-Shams ↹ http://bit.ly/1skSo6d
92. Al-Layl ↹ http://j.mp/1skSo6k
93. Ad-Duhaa ↹ http://j.mp/1skSo6a
94. Ash-Sharh ↹ http://bit.ly/1skSnPM
95. At-Tin ↹ http://j.mp/1u00d79
96. Al-`Alaq ↹ http://j.mp/1skSqLk
97. Al-Qadr ↹ http://j.mp/1skSnPP
98. Al-Bayyinah ↹ http://bit.ly/1skSo68
99. Az-Zalzalah ↹ http://j.mp/1skSnPN
100. Al-`Adiyat ↹ http://bit.ly/1skSo6e
101. Al-Qari`ah ↹ http://j.mp/1skSo69
102. At-Takathur ↹ http://bit.ly/1skSqLh
103. Al-`Asr ↹ http://bit.ly/1skSlaC
104. Al-Humazah ↹ http://j.mp/1skSlau
105. Al-Fil ↹ http://j.mp/1skSnzg
106. Quraysh ↹ http://bit.ly/1skSlaz
107. Al-Ma`un ↹ http://j.mp/1skSnzj
108. Al-Kawthar ↹ http://bit.ly/1skSlax
109. Al-Kafirun ↹ http://j.mp/1skSnzl
110. An-Nasr ↹ http://j.mp/1skSlav
111. Al-Masad ↹ http://j.mp/1skSnPy
112. Al-'Ikhlas ↹ http://j.mp/1skSlat
113. Al-Falaq ↹ http://j.mp/1skSnzf
114. An-Nas ↹ http://j.mp/1u00eYJ

jangan lupa sebar supaya menjadi amal jariyah untuk kita semua.

1. diizinkan untuk mencopy paste link
2. diizinkan untuk dipasang di blog atau page facebooknya
3. diizinkan untuk menyebarkan filenya
4. hak cipta hanya milik Allah.

Barakallahu fiikum

Kamis, 04 Februari 2016

Hari Kamis Istimewa

Hari Kamis Istimewa

Akhi/ ukhti…moga Allah senantiasa menjagamu 

  Hari ini : Kamis 
  Hmmm, ia emangnya kenapa?? 
  Setiap pekan kita selalu melewati hari kamis..     Sebenarnya tidak ada yang istimewa… 
    
  Tapi pada hari ini dan  hari senin amalan kita diangkat untuk dipaparkan kepada Allah 
   
  Nabi kita Muhammad shallahu 'alaihi wa sallam 
  Yang sudah diampuni dosa-dosanya 
  Yang dijamin keselamatannya 
    
  Beliau biasa untuk meninggalkan makan dan minum di hari ini 
    
  Beliau berpuasa 
    
  Karena beliau ingin amalnya diangkat dalam kondisi  berpuasa…(HR Tirmidzi, Shahih) 
    
  Untuk yang berpuasa, moga Allah mencintai dan menerima amalmu 
    
  Bagi yang tidak berpuasa, moga umurnya disampaikan pada hari senin 
    
  Agar kau bisa berpuasa dan meraih pahala… 
  Dan kelak dikumpulkan bersama Rasulullah 
    
  Tapi pada hari ini pun, kau bisa mendapatkan amalan puasa… 
    
  Bila mentari akan tenggelam 
    
  Carilah orang-orang yang berpuasa 
  Di masjid 
  Di panti asuhan 
  Di pesantren 
  Atau siapa yang kau tahu dia lagi berpuasa 
    
  Berikanlah kepadanya makanan atau minuman yang thoyyib 
  Yang kau beli atau kau buat 
    
  Dengannya hari ini kau tetap akan mendapatkan pahala puasa (HR Ahmad, Tirmidzi, SHOHIH) 
    
  Allah itu sangat Baik… 
  Tapi kitanya… 

Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA

@kajianislamchannel

CATATAN PINGGIR

073. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun

*CATATAN PINGGIR

=======

-Nasihat-

داوم على سماع المواعظ ،فإن القلب إذا غاب عن المواعظ عمي
“Biasakan (diri anda) untuk menyimak nasehat-nasehat. Karena apabila hati kosong dari nasehat-nasihat, maka ia akan buta”
(Imam Abdul Qadir Al Jailani)

Catatan:
"Agama adalah nasehat".
Begitulah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Artinya tidak akan sempurna agama seseorang bila nasihat hilang dari kehidupannya.
Apalagi bila melihat kenyataan yang ada, dimana zaman tempat kita tinggal semakin jauh dari zaman generasi terbaik, generasi rasul dan sahabat.
Itu artinya hajat kita terhadap nasehat semakin besar.

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasalam- pernah bersabda:
لاَ يَأْتِي زَمَانٌ إِلاَّ الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ

“Tiadaklah datang suatu zaman, melaikan yang setelahnya lebih buruk darinya.”
Sahabat...

Kita butuh orang yang selalu mengingatkan diri kita tentang Allah.
Yang selalu mengajak kita untuk mentaati-Nya.

Yang tak segan berkata, "Mari bersama untuk beriman sesaat, karena hati lebih cepat terbolak-balik daripada gelembung air panas dalam periuk". Sebuah kalimat indah yang pernah diucapkan oleh Abdullah bin Rawahah kepada Abu Darda -radhiallahu anhuma-.
Kalimat tersebut selaras dengan ucapan Muadz kepada kawan yang lewat di hadapannya,

"Mari duduk sejenak untuk beriman sesaat*".
Sahabat..

Berilah ruang untuk nasehat dalam hatimu.

*Beriman sesaat dalam nukilan diatas artinya memperbaharui keimanan.
Wallahu a'lam
_____________

Madinah 24-04-1437 H
ACT El-Gharantaly

https://www.facebook.com/aan.c.thalib/posts/1165866496759297?pnref=story
------------------------

Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.

boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

Jumat, 29 Januari 2016

SELALU BERBAIK SANGKALAH DALAM KEHIDUPAN INI

SELALU BERBAIK SANGKALAH  DALAM KEHIDUPAN INI

Saya pernah bertanya begini kepada beberapa orang : "Misalnya anda bangun terlambat menuju ke bandara.

Secara kalkulasi jelas gak bakalan kekejar, tp anda teruskan itu perjalanan ke bandara. 
Eh lha kok macet parah. Menurut anda sial atau beruntung ?

Peserta : "Sial pak ... Udah bangun telat eh kena macet"

Saya : "Lha ... Ternyata pesawat anda delay penerbangannya 4 jam. Shg anda bisa naik pesawatnya, alias enggak ketinggalan. Ini anda sial / beruntung ?"

Peserta : "Wah ya beruntung pak"

Saya : "Nah di ruang tunggu yg sama, ada orang yg mengejar kerjasama bisnis. Kalau terlambat ia kehilangan proyek bernilai milyaran rupiah. Gara2 delay pesawatnya, dia kehilangan proyek itu. Menurut anda, orang itu sial / beruntung ?"

Peserta : "Sial pak"

Saya: "Nah, tapi beberapa bln kmdn. Ternyata teman orang itu, yg memenangkan proyek krn orang itu pesawatnya delay, ternyata temannya kena tipu milyaran rupiah. Gara2 pesawat delay 4 jam, orang itu tdk kena tipu. Orang itu sial / beruntung ?"

Peserta : "Ya beruntung pak"

Dari percakapan di atas, nampak bhw sebenarnya penilaian kita atas peristiwa bisa berubah seiring waktu.

Ya, seiring wkt, lalu ada kejadian lain setelahnya, maka judgement kita atas peristiwa, bisa berbalik 180°.

Sebuah peristiwa yg kita katakan sial pd wkt, 6 bln, 1 thn, 10 thn mendatang, bisa jadi malah kita syukuri.

Mungkin saja, ada kejadian pagi ini, kemaren, 1 thn lalu, 5 thn lalu yg msh sulit anda terima.

"Beruntung dimananya? Jelas jelas saya disakiti?".
Mungkin begitu penilaian anda. 
Tapi, lihat saja seiring wkt berlalu.

Krn semua hal dlm hidup tdklah tetap.
Semuanya mengalir.
Semuanya berubah.

Penderitaan dimulai, saat Kita kaku dlm menilai. Kita terus menerus memegang penilaian atas peristiwa yg tdk enak.
Dan menutup mata, thdp peristiwa kelanjutannya. 
Yg mana sebenarnya peristiwa kelanjutannya itu, menjelaskan fungsi dr peristiwa tdk enak yg sblmnya.

Kita akan tersesat di Jakarta, kalau menelusuri kota Jakarta thn 2015, dng menggunakan peta Jakarta thn 1950.
Kita perlu mengupdate peta kota Jakarta yg kita miliki. Krn Jakarta terus berubah.

Kita pun akan tersesat dlm hidup, saat kita tdk mengupdate peta penilaian kita atas peristiwa.

Kita melihat orang, dng peta penilaian jadul. 
Kita menilai peristiwa dng peta yg kadaluarsa. 
Bisa jd orang yg kita benci 5 thn lalu, skrg dia berubah 180° jd orang baik.

Lalu mengapa msh jadi penderitaan kita ?
Krn kita msh memegang erat peta lama dlm menilai orangnya.

Mari kita update peta kehidupan kita !!!

Jumat, 15 Januari 2016

SURAT TERBUKA BAGI PENGEBOM YANG TERKUTUK

067. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun

*SURAT TERBUKA BAGI PENGEBOM YANG TERKUTUK..*

=======


Setelah Turki dibom oleh Penjahat tak dikenal yang menewaskan 10 orang tak bersalah...kini jakarta juga dibom oleh penjahat keji yang menewaskan beberapa orang tak bersalah yang sedeang mencari Rizki lagi fakir.

Siapapun penjahatnya harus mendapatkan hukuman setimpal dan laknat Allah, para malaikatnya dan seluruh makhluknya hingga hari kiamat.

Sungguh darah seorang Muslim lebih berharga daripada Ka'bah sendiri..lantas bagaimana jika darah itu ditumpahkan ?

Sungguh membicarakan Aib seorang Muslim bagaikan Memakan daginganya ...lantas bagaimana membunuhnya ?

Sungguh membunuh Seorang Yang kafir akan tetapi ia dalam wilayah janji keamanan maka HARAM bagi pembunuhnya Aroma Surga...lantas bagaimana mungkin masuk surga jika yang dibunuh adalah seorang Muslim ?

Jika seseorang berkelahi dengan muslim lantas ia Menyobek sedikit dari kulitnya...maka harus bayar "diyat" yang sangat mahal....lantas bagaimana jika dibunuh ?

Jika harga seekor Onta seakan harga Mobil maka berapa ratus jita yang harus dibayar ?

Jika seorang Korban akibat dizalimi mengalami "Al Mudihah" yakni Luka yang menyebabkan Tulang kepala dan wajah kelihatan maka yang harus dibayar tersangka adalah 5 Ekor Onta atau seharganya.

Adapun jika "Al Hasyimah" yakni Yang menyebabkan Pecahnya tulang maka diyatnya adalah 10 ekor Onta.

Jika "An Naqilah" yakni jika tulang Korban berpindah maka 15 ekor Onta.

Jika Korban mengalami "Al Ma'mumah" yakni luka hingga batas dengan otaknya adalah selembar kulit lagi atau mengalami 'Ad Damighah" yaitu luka hingga merobek otak hingga ke tengah otak maka dendanya adalah 33 ekor Onta lebih atau sepertiga diyat.

Kemudian..

Jika yang terpotong dari korban adalah Anggota tubuhnya yang berjumlah satu seperti Hidung, Lidah atau kemaluan maka diyatnya penuh atau 100 ekor onta atau seharganya.

Jika yang terpotong dari korban anggota tubuh yang berjumlah 2 maka semisal salah satu telinga, bibir maka diyatnya setengah atau 50 ekor Onta.

Jika yang terpotong adalah Jari jari baik kaki atau tangan maka setiap jarinya wajib dibayar diyat 10 ekor Onta atau seharganya.

Lantas bagaimana jika ada muslim tang dibunuh apakah begitu saja ...? Tidak sekali kali tidak.

Kota semua mendukung pemerintah dalam upaya mencari siapa biang keladi dibalik pembunuhan Sadis ini... Dan menegakkan hukum yang berat dan setimpal dan ketahuilah hukum Langit lebih keras dan kenal bagi para penjahat penjahat ini.

Kita mendukung pihak kepolisian Indonesia semoga Allah memberi taufik kepada mereka agar menangkap pelaku dan dimudahkan dalam menemukan akar dan seluk beluk kegiatan para penjahat ini dan menjaga keamanan Negara kita, keluarga kita dan semua rakyat indonesia.

Ingatlah firman Allah Taala

"Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisa: 93)

Semoga korban mendapatkan Ampunan Allah dan dimasukkan ke dalam Sorganya dan dijadikan musibahnya sebagai tamengnya diakherat dan menjadi Hujjah atas para pembunuhnya di hari kiamat kelak.

Kita bersama pemerintah membantu dan saling bahu membahu dan melaporkan jika ada kegiatan mencurigai dengan menghubungi pihak yang berwajib.

Info dari kepolisian jangan sebarkan info info yang tidak benar dan juga tidak memposting foto foto Korban dibmedia sosial agar tidak disalahgunakan.

Wa shallaalahu'ala nabiyyina muhammad wa 'ala ashabihi wa sallam.

---
Admin Suara Madinah

Kota Nabi Shalaallahu 'alaihuwasallam yang damai.

Kamis 14 Januari 2016



https://www.facebook.com/suaramadinah/photos/a.157035291122229.1073741828.157000747792350/549916395167448/?type=3&theater
------------------------


Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.


boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

Kamis, 14 Januari 2016

ISTIDRAJ DALAM ISLAM.

066. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun

*ISTIDRAJ DALAM ISLAM.*

=======

Istidraj adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.

Jadi, ketika Allah membiarkan kita :

1. Sengaja meninggalkan shalat.
2. Sengaja meninggalkan puasa.
3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.
4. Berat untuk bershadaqah.
5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.
6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.
7. Menganggap enteng perintah- perintah Allah.
8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat.
9. Tidak mau menuntut ilmu syar'I.
10. Lupa akan kematian.


Tetapi Allah tetap memberikan kita :

1. Harta yang berlimpah.
2. Kesenangan terus menerus.
3. Dikagumi dan dipuja puji banyak orang.
4. Tidak pernah diberikan sakit.
5. Tidak pernah diberikan musibah.
6. Hidupnya aman-aman saja.

Hati-hati karena semuanya itu adalah ISTIDRAJ ... Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hambaNya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah, Allah menunda segala bentuk azabNya.

Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian.

Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita.

Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah utk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar.

Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)
(HR. Ahmad, no.17349, Thabrani dalam Al-Kabir, no.913, dan disahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah, no. 414).

Semoga bermanfaat dan semoga Allah ta'ala memberi hidayah kepada kita. Aamiin



https://www.facebook.com/diatasmanhajsalafusshalih/photos/a.1622533538033258.1073741827.1593812737572005/1718772421742702/?type=3&theater
------------------------


Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.


boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

Rabu, 13 Januari 2016

ISLAM BUKAN AGAMA PRASMANAN

Penerbit Darul Haq
ISLAM BUKAN AGAMA PRASMANAN
Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MA
Prasmanan, adalah sebuah istilah yang tidak asing di telinga kebanyakan kita. Yakni cara menjamu makan dengan mempersilakan tamu mengambil dan memilih sendiri hidangan yang sudah ditata secara menarik di beberapa meja. Mana yang ia suka; ia ambil. Sebaliknya yang tidak ia suka; ia tinggalkan. Model penyajian makanan seperti ini banyak ditemukan dalam resepsi pernikahan dan yang semisal.
Prasmanan dalam pandangan Islam boleh-boleh saja. Tentu selama yang disajikan adalah makanan dan minuman yang halal, serta tidak berlebih-lebihan.
Lantas mengapa artikel ini berjudulkan, “Islam bukan agama prasmanan”?. Jawabannya karena sebagian kaum muslimin menyikapi ajaran Islam seperti prasmanan. Alias, mana ajaran yang ia suka; ia pakai. Adapun ajaran yang tidak ia sukai; maka ia tinggalkan.
Pola prasmanan dalam beragama seperti ini tidak bisa diterima dalam Islam. Allah ta’ala menegaskan,
ﺃَﻓَﺘُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺒَﻌْﺾِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻭَﺗَﻜْﻔُﺮُﻭﻥَ ﺑِﺒَﻌْﺾٍ ۚ ﻓَﻤَﺎ ﺟَﺰَﺍﺀُ ﻣَﻦ ﻳَﻔْﻌَﻞُ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻣِﻨﻜُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﺧِﺰْﻱٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ۖ ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻳُﺮَﺩُّﻭﻥَ ﺇِﻟَﻰٰ ﺃَﺷَﺪِّ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ ۗ ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻐَﺎﻓِﻞٍ ﻋَﻤَّﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ﴿٨٥ ﴾
Artinya: “Apakah kalian mengimani sebagian isi Kitab lalu ingkar terhadap sebagian yang lain? Tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia. Dan pada hari kiamat kelak mereka akan dimasukkan ke dalam azab neraka yang sangat pedih. Allah sama sekali tidak lengah mencatat semua perbuatan kalian.” QS. Al-Baqarah (2): 85.
Islam adalah pedoman hidup yang lengkap dan sempurna. Allah ta’ala mengaruniakannya kepada kita, untuk mengatur seluruh aspek kehidupan. Oleh karena itu, maka kita harus menerima dan berusaha mengamalkan seluruh ajaran Islam. Tidak boleh kita ambil setengah-setengah. Dalam arti salah satu ajarannya kita amalkan, sementara ajarannya yang lain kita tolak.
Banyak orang ketika shalat menggunakan tata cara Islam, tapi sayang ketika berbisnis ia tidak mau diatur oleh Islam. Ada yang dalam berhaji memakai fikih Islam, namun saat berideologi dan berkeyakinan, ia memilih untuk mengadopsi akidah agama lain.
Ada juga yang saat berpuasa konsisten dengan tata cara Islam; tidak makan, tidak minum dan tidak berdusta. Tapi saat berpolitik ia tak mau berpegang teguh dengan ajaran Islam, sehingga menghalalkan segala cara. Berdusta dengan topeng pencitraan, memfitnah, menyuap, melakukan money politic, bermain culas dan berkorupsi. Amat disayangkan, banyak yang punya anggapan, “Ini adalah masalah politik, bukan urusan agama”. Seakan-akan kalau berpolitik lalu boleh menghalalkan segala cara.
Padahal sesungguhnya Islam, sebagaimana mengatur tata cara shalat dan puasa, Islam juga mengatur tentang etika berbisnis dan mengatur urusan negara. Islam sebagaimana mengatur tentang keimanan dan ibadah, juga mengatur tentang hukum dan tata cara berbusana. Pendek kata, Islam itu mengatur manusia dari bangun tidur hingga tidur lagi, bahkan ketika tidur. Mengatur manusia dari lahir hingga menguburnya saat mati. Islam mengatur mulai dari masuk kamar mandi hingga mengatur bangsa dan negara, bahkan dunia.
Beragama secara parsialitas, itu adalah salah satu trik setan dalam menyesatkan bani Adam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺩْﺧُﻠُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴِّﻠْﻢِ ﻛَﺎﻓَّﺔً ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮﺍ ﺧُﻄُﻮَﺍﺕِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ۚ ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻜُﻢْ ﻋَﺪُﻭٌّ ﻣُّﺒِﻴﻦٌ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, masuk Islamlah kalian secara kâffah (totalitas), dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian”. QS. Al-Baqarah (2): 208.
Mari kita tinggalkan pola prasmanan dalam beragama! Sebab Islam bukan agama prasmanan…
@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 15 Shafar 1437 / 27 November 2015
BY TUNAS ILMU.COM

Rabu, 06 Januari 2016

Waspada Syi'ah (Edisi 2)

060. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun


*Waspada Syi'ah (Edisi 2)*

======
Nabi Bukan, Malaikat Juga Bukan, Tuhankah Mereka?

Al Khumainy menjelaskan kedudukan imam-imam Syi'ah dengan berkata :

إن للإمام مقاما محمودا ودرجة سامية وخلافة تكوينية، تخضع لولايتها وسيطرتها جميع ذرات هذا الكون. وإن من ضروريات مذهبنا: أن لأئمتنا مقاما لا يبلغه ملك مقرب ولا نبي مرسل.

"Sesungguhnya seorang imam –dalam idiologi Syi'ah memiliki kedudukan yang terpuji, dan, derajat yang tinggi, dan khilafah (perwakilan) dalam hal penciptaan. Seluruh parsial alam semesta ini tunduk kepada kewaliannya dan kekuasaannya. Dan diantara prinsip mazhab kami: Bahwa imam-imam kami memiliki kedudukan yang tidak dapat dicapai oleh malaikat yang didekatkan tidak pula oleh nabi yang telah ditunjuk menjadi seorang rasul." (Al Hukumah Al Islamiyyah oleh Ayatullah Al Khumainy 52)


Lembaran kitab-kitab biografi tokoh-tokoh agama Syi'ah, banyak menceritakan perihal tokoh mereka dengan nama Abdul Husain (Hamba Husain) bukan lagi hamba Allah Azza wa Jalla.

- Abdul Husain bin Ali wafat tahun 1286 H, ia adalah seorang tokoh terkemuka agama syi'ah pada zamannya, sampai-sampai dijuluki dengan Syeikhul 'Iraqain (Syeikh kedua Iraq/ Iraq & Iran).

- Abdul Husain Al Aminy At Tabrizi 1390 H, penulis buku Al Ghadir.
- Abdul Husain Syarafuddin Al Musawy Al 'Aamily 1377 H, penulis buku Abu Hurairah, kitab Kalimatun Haula Ar Riwayah, Kitab An Nash wa Al Ijtihaad, Al Muraja'aat
- Abdul Husain bin Al Qashim bin Sholeh Al Hilly wafat tahun 1375 H.
- Abduz Zahra' (Hamba Az Zahra'/Fatimah) Al Husainy, penulis kitab: Mashaadiru Nahjil Balaaghah wa Asaaniduhu.


Dengan lebih fulgar Muhammad Baqir Al Majlisy, meriwayatkan ucapan Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu:

نحن خزان الله في أرضه وسمائه، وأنا أحيي وأنا أميت، وأنا حيٌّ لا أموت.


"Kami adalah para penjaga (kekayaan atau ilmu) Allah di bumi dan di langit, akulah yang menghidupkan dan akulah yang mematikan, serta aku senantiasa hidup dan tidak akan pernah mati." (Bihaarul Anwaar oleh Al Majlisy 39/347)


Setelah membaca riwayat riwayat palsu dan dusta namun demikian diyakini dan diajarkan oleh sekte Syi'ah, menurut hemat anda, siapakah mereka?
berbagai data di atas, membuktikan bahwa tuhan yang mereka sembah sebetulnya bukan Tuhan yang anda sembah.

Oleh Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri

https://www.facebook.com/DrMuhammadArifinBadri/posts/930476017033572
------------------------


Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.


boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

Selasa, 05 Januari 2016

Waspada Syi'ah

059. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun


*Waspada Syi'ah*

======
Ini Imam Atau Tuhan?

Sekte syi'ah meriwayatkan ucapan salah satu Imam mereka:

عن أبي عبد الله جعفر الصادق: إني لأعلم علم ما في السماوات وما في الأرض وأعلم ما في الجنة وأعلم ما في النار، وأعلم ما كان وما يكون.

"Diriwayatkan dari Abu Abdullah Ja'far As Shaadiq, ia menegaskan: "Sungguh aku telah menguasai ilmu tentang segala isi langit dan segala isi bumi, aku juga mengetahui tentang isi surga dan juga isi neraka. Sebagaimana aku juga telah menguasai ilmu tentang segala yang telah berlalu dan yang terjadi pada masa mendatang." (Al Kafy oleh Al Kulainy 1/261)


Ucapan di atas tentu bertentangan dengan ayat berikut:

قُل لاَّ يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ ( النمل 65)


"Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib, selain Allah, dan mereka tidak mengetahui bahwa mereka akan dibangkitkan." An Namel 65.


Riwayat dan pernyataan semisal sangat banyak dalam kitab kitab syi'ah.


Inilah sebagian doktri syi'ah yang di ajarkan dalam kitab2 mereka.

Menurut anda: siapakah sejatinya kaum syi'ah yang kultus kepada imamnya sejauh ini?

Oleh Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri

https://www.facebook.com/DrMuhammadArifinBadri/posts/928861803861660?fref=nf&pnref=story
------------------------


Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.


boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

Minggu, 03 Januari 2016

Jangan Khawatirkan Rezekimu

Jangan Khawatirkan Rezekimu

Musyaffa Addariny, Lc., MA. / 11 Mei 2014

Janganlah khawatirkan rezekimu, karena Allah sudah menjaminnya untuk semua yg hidup… Tapi khawatirkan amalanmu, karena Allah tidak menjamin Anda masuk surga.

Simaklah dg seksama uraian indah Ibnul Qayyim -rahimahullah- berikut ini: 

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti -dengan rahmatNya- membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.

Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya dua jalan rezeki yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka empat jalan rezeki lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah -subhanahu- membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- delapan jalan rezeki, itulah pintu-pintu surga yg berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Rabb -subhanahu-, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhal dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga”.

[Kitab Al-Fawaid, hal: 57]

Penulis: Ustadz Musyaffa Ad Darini

Artikel Muslim.Or.Id

Sabtu, 02 Januari 2016

MASA DEPAN YANG SESUNGGUHNYA

������ MASA DEPAN YANG SESUNGGUHNYA…

✏Ustadz Aan Chandra Thalib,  حفظه الله تعالى

Syaikh Ali Mustafa Thantawi mengatakan:

“Aku pernah duduk di bangku sekolah dasar demi masa depan. Kemudian aku belajar di jenjang SMP juga demi masa depan.

Setelah itu mereka mengatakan “lanjutkan lagi ke jenjang SMA demi masa depan”

Setelah lulus SMA mereka mengatakan, “demi masa depan lanjutkan hingga sarjana”.

Setelah meraih gelar sarjana mereka mengatakan: Carilah pekerjaan demi masa depan.

Setelah aku bekerja mereka mengatakan:
Menikahlah demi masa depan.

Setelah menikah mereka mengatakan: Segeralah
punya momongan demi masa depan.

Dan saat ini ketika aku menulis kata-kata ini umurku telah mencapai 77 tahun, dan aku masih menunggu masa depan.

Masa depan adalah titik merah yang takkan pernah kita
capai. Karena bila kita mencapainya, masa itu berubah menjadi masa kini, lalu kita akan menghadapi masa depan berikutnya dan begitu seterusnya.

Masa depan yang sesungguhnya adalah: Ketika engkau
membuat Allah ridha kepadamu, lalu engkau selamat dari
neraka-Nya dan mendapatkan surga-Nya.

Sumber: multaqoahlulhadits
__________________
Madinah 25-07-1436 H
ACT El-Gharantaly

��Sumber: BBG Al-IlmuCom

***

Kamis, 31 Desember 2015

TEROMPET ITU BUADAYA YAHUDI

056. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun


*TEROMPET ITU BUADAYA YAHUDI.*


======
Terompet itu budaya Yahudi. Namun itulah yang dilakukan oleh kaum muslimin di malam tahun baru, hanya mengekor budaya Yahudi.

Tak percaya?

Silakan renungkan hadits berikut ini. Dari Abu ‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah Anshar,

عَنْ أَبِى عُمَيْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ عُمُومَةٍ لَهُ مِنَ الأَنْصَارِ قَالَ اهْتَمَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- لِلصَّلاَةِ كَيْفَ يَجْمَعُ النَّاسَ لَهَا فَقِيلَ لَهُ انْصِبْ رَايَةً عِنْدَ حُضُورِ الصَّلاَةِ فَإِذَا رَأَوْهَا آذَنَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا فَلَمْ يُعْجِبْهُ ذَلِكَ قَالَ فَذُكِرَ لَهُ الْقُنْعُ – يَعْنِى الشَّبُّورَ – وَقَالَ زِيَادٌ شَبُّورَ الْيَهُودِ فَلَمْ يُعْجِبْهُ ذَلِكَ وَقَالَ « هُوَ مِنْ أَمْرِ الْيَهُودِ ». قَالَ فَذُكِرَ لَهُ النَّاقُوسُ فَقَالَ « هُوَ مِنْ أَمْرِ النَّصَارَى ». فَانْصَرَفَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ رَبِّهِ


“Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat’. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabi pun tidak setuju, lantas beliau bersabda, ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.’ Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, ‘Itu adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pun pulang.” (HR. Abu Daud no. 498. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)


Dari hadits di atas menunjukkan bahwa terompet itu tradisi Yahudi. Nah itulah yang diikuti oleh orang-orang yang merayakan tahun baru. Budaya Yahudilah yang diikuti.

Memanfaatkan uang untuk membeli terompet tahun baru termasuk pemborosan karena telah menyalurkan harta tidak pada kebaikan. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” (QS. Al Isra’: 26-27).

Az Zujaj berkata bahwa yang dimaksud boros adalah,

النفقة في غير طاعة الله

“Mengeluarkan nafkah pada selain ketaatan pada Allah.” Disebutkan dalam Zaadul Masiir karya Ibnul Jauzi.



Apa seorang muslim boleh mengikuti budaya Yahudi?


Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ ».


“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669)

Silakan berpikir jika ingin menjadi seorang muslim sejati. Hanya Allah yang memberi hidayah.


Diselesaikan di Makkah Al Mukarromah, 9 Rabi’ul Awwal 1436 H


Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal


https://www.facebook.com/nasihati/posts/1504491139845620
--------------------


Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.


boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

Selasa, 29 Desember 2015

Mengapa Mengucapkan “Selamat Tahun Baru” Haram

Mengapa Mengucapkan “Selamat Tahun Baru” Haram

Selamat Tahun Baru

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du,

Pertama, dengan memahami sejarah munculnya perayaan tahun baru, kita bisa memastikan bahwa tahun baru Masehi sejatinya termasuk bagian perayaan orang non muslim dan masih satu rangkaian dengan kegiatan mereka selama Natal. Keterangan tentang ini telah dikupas dalam artikel berikut:

https://konsultasisyariah.com/hukum-merayakan-tahun-baru/

Kedua, kaidah baku yang kita pahami, kita dilarang untuk turut merayakan atau memberi ucapan selamat untuk perayaan orang kafir. Ibnul Qoyim mengatakan,

وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق، مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم، فيقول: عيد مبارك عليك، أو تهنأ بهذا العيد ونحوه

“Memberi ucapan selamat terhadap salah satu syiar orang kafir hukumnya haram dengan sepakat ulama. Semacam memberi ucapan selamat kepada mereka dengan hari raya mereka atau puasa mereka. Semisal mengucapkan, hari raya yang diberkahi untukmu, atau memberi ucapan selamat dengan hari raya tersebut dan semacamnya.”

Selanjutnya, Ibnul Qoyim menjelaskan alasannya,

فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات، وهو بمنزلة أن تهنئه بسجوده للصليب، بل ذلك أعظم إثما عند الله، وأشد مقتا من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس، وارتكاب الفرج الحرام ونحوه

“Yang demikian itu, karena jika orang yang memberi ucapan selamat tersebut menerima perbuatan kekafiran, maka itu termasuk perbuatan yang haram. Statusnya sebagaimana memberikan ucapan selamat kepada orang kafir karena sujud kepada salib. Bahkan ucapan selamat untuk perbuatan semacam ini, lebih besar dosanya dan lebih Allah murkai, dari pada memberikan ucapan selamat untuk orang yang minum khamr atau berzina atau dosa besar lainnya.” (Ahkam Ahlu adz-Dzimmah, 1:441).

Memberikan ucapan selamat terhadap hari raya orang kafir statusnya haram sebagaimana yang dijelaskan Ibnul Qoyim, karena memberikan ucapan selamat sama dengan mengakui syiar orang kafir dan ridha terhadap kegiatan keagamaan mereka. Meskipun dia sendiri tidak mau untuk melakukan perbuatan kekafiran tersebut. Namun setiap muslim haram untuk menyetujui syiar kekafiran dan memberi ucapan selamat orang non muslim dengan perayaan tersebut. Karena allah tidak ridha dengan kekafiran itu. Allah berfirman,

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu…” (QS. Az-Zumar: 7)

(Majmu’ Fatawa Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin, 3:29).

Ditulis oleh Al-Ustâdz Ammi Nur Baits Hafizhahullâh
(Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Artikel www.KonsultasiSyariah.com)

[Sumber: https://konsultasisyariah.com/15586-mengapa-mengucapkan-selamat-tahun-baru-haram.html ]

♻Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
��Grup WA & TG Dakwah Islam
��TG Bot : @DakwahIslam_Bot
��TG Channel : @DakwahIslam

Share yuk semoga saudara anda mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Minggu, 27 Desember 2015

CERMIN DAN KETULUSAN

054. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun


*CERMIN DAN KETULUSAN*

======

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Seorang mu’min adalah cermin bagi saudaranya. Dan seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin yang lain." (HR. Abu Daud dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu)

Sahabat…

Bukan suatu kebetulan bila dalam potongan hadits diatas Rasululullah shallallahu alaihi wasallam mengumpamakan seorang mu’min dengan cermin.
Itu karena tak ada yang lebih tulus dari cermin.

Cermin tak pernah berdusta dan selalu berbicara diatas puncak kejujurannya.
Dalam diamnya, ia memberitahu apa adanya tentang kita.

Ketulusan cermin adalah ketulusan yang paripurna. Dia tak pernah menyimpan dendam.
Kita bisa merasa apa saja di depannya. Bahkan kita bisa memanipulasi jiwa dan hati kita. Namun apa yang dilihatnya dari kita, akan ditampakkan apa adanya.

Dan bila kita pergi, dia tidak akan menyimpan bayangan tentang kita di dalamnya.
Begitu juga seorang mu’min, dia tidak akan membeberkan kekurangan saudaranya pada orang lain.

Dia akan akan menutupi kekurangan itu, seperti cermin yang tak membiarkan bayangan orang lain tinggal di dalamnya.

Ketulusan cermin, sejatinya adalah pekerjaan hati.
Memerlukan iman yang jujur dalam menatanya.

Seperti cermin yang tak boleh buram, maka ketulusan seorang mukmin kepada saudaranya juga tak boleh ternodai oleh kepentingan-kepentingan apapun, termasuk dalam hal memaknainya atau mencari manfaat dari ketulusan itu sendiri.

Ketulusan yang paripurna haruslah terwujud pada pribadi mu’min yang shaleh, agar dia menjadi cermin hidup bagi saudaranya dan bagi orang yang menaruh harapan pada jati diri kemuslimannya.

____________________

Jeddah Sabtu 17-07-1435 H
ACT El Gharantaly


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1143108872368393&set=a.721834631162488.1073741825.100000078729300&type=3&theater
------------------------


Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.


boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

Jumat, 25 Desember 2015

Potret pengajian Salafi

Potret pengajian Salafi
Jika Anda sedang jalan-jalan pagi di akhir pekan, dan kebetulan melintas masjid, mungkin akan bertemu beberapa masjid yang Sabtu-Minggu penuh dengan kegiatan. Di antaranya kajian atau pengajian. Memang tidak banyak masjid yang menyelenggarakan acara serupa.

Kajian akhir pekan?  Ya, di Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, misalnya, ada beberapa masjid yang secara rutin menyelenggarakan pengajian secara rutin. Jika tidak rutin, maka itu sifatnya sesekali atau sebulan sekali. Misalnya, Anda bisa hadir di Masjid Nurul Iman di Lantai paling atas Blok M Square, Masjid Al Fatah di Jatinegara. Di situ acap kali ada pengajian akbar yang mendatangkan ustadz-ustadz dari luar kota.

Masjid yang mampu menampung hampir dua ribu jamaah itu, bisa penuh sesak di hari Ahad. Tergantung ustadz yang mengisi. Tapi, jangan berharap ada ustadz-ustadz yang hilir mudik di televisi akan mengisi di sana. Karena ini justru pengajian di luar mainstream. Di luar kebanyakan kaum muslim.

Ekslusif?  Tidak juga. Pengajian seperti ini terbuka untuk umum, siapa saja boleh ikut dan tidak akan dikenakan biaya. Juga tidak perlu mendaftar. Ini juga bukan pengajian “dalam rangka”… Ya bisa dalam memperingati ini dan itu. Pokoknya, mereka datang untuk berburu ilmu. Berburu pahala dengan mendatangi halaqah ilmu.

Pengajiannya pun serius. Jarang ada gelak tawa, paling senyum-senyum. Para ustadz juga bukan seperti para orator atau juru kampanye yang berdiri dengan gaya menggerakan badan, tangan dan mimik aneka rupa. Semua sederhana. Pakaian ustadznya, tampangnya juga, sangat sederhana. Mereka hanya duduk. Tidak berdiri. Duduk di kursi meja, dan memegang kitab atau Laptop.

Yang hadir pun begitu. Mayoritas sederhana. Mereka rata-rata memakai pakaian koko atau gamis, berpeci, dan celana agak di atas mata kaki. Yang perempuan, jarang terlihat yang modis dengan jilbab gaul. Mereka justru memakai jilbab panjang hingga di pantatnya. Ada juga yang memakai cadar. Yang membuka muka, hampir tidak ada yang memakai gincu atau bedak yang menor.

Tapi, lihatlah ketika ustadz sudah mulai berbicara.  Mayoritas  mengambil alat tulis layaknya anak SD yang tekun mencatat setiap omongan guru. Tidak ada lagu-lagu, tidak ada gimmick untuk memancing perhatian. Ustadz-ustadz juga tidak ada yang membaca Al Quran dengan nada melengking layaknya penyanyi.

Meski terkesan tidak menarik itu pengajian, tetapi jarang sekali orang yang beranjak dari acara. Sepanjang pengajian, hampir tidak  ada ustadz memberi cerita-cerita yang konyol dan lucu.  Malah mirip kuliah di kampus. Semua merujuk kitab, merujuk ayat Al Quran dan hadist-hadist yang shahih. Oh ya, rata-rata pengajian itu selama dua jam, plus tanya jawab 30 menit. Dan, semua pertanyaan selalu ditulis. Karena itu, ada pertanyaan yang mungkin terlihat sepele, tak perlu membuat malu penanya.

Inilah pengajian dari mereka kalangan Salafi.  Apa itu Salafi?

Ini bukan nama ormas, bukan pula komunitas. Ini adalah kumpulan orang-orang yang beragama dengan mengikuti cara beragama para Sahabat Nabi, Salaf artinya terdahulu, maka mereka ini berupaya untuk memahami dan mempraktekan agama Islam sesuai dengan yang dijalankan para Sahabat Nabi.
Mengapa harus bersusah payah  mengikuti Sahabat Nabi?
Ya karena merekalah yang paling tahu bagaimana Nabi memberikan pelajaran, melihat langsung dan mempraktekan bersama Nabi Muhammad. Tak ada yang lebih tahu tentang Islam, (setelah Nabi)  selain para Sahabat Beliau.Maka, tidak heran bila pengajian salafi ini hanya berasal dari kitab-kitab yang sesuai sunnah saja yang dipelajari.
Jika Anda hadir, maka akan Anda rasakan dari awal sampai akhir, tidak ada kalimat-kalimat yang meluncur dari para ustadz ini yang melebar ke mana-mana. Yang mendahulukan logika dari pada ayat atau hadist,  sulit dijumpai. Tidak ada pemahaman orang-orang Liberal atau Barat yang dipakai sandaran, terkecuali pendapatnya juga sesuai dengan pemahaman para Sababat.Mengapa pengajian tanpa artis, tanpa orang terkenal, tanpa ada nyanyian dan segala macam, bisa ramai dikunjungi para jamaah?
Kuncinya bukan pada ustadz.
Tetapi justru para jamaah itu sendiri yang memang haus ilmu. Bagi mereka, mencari ilmu lewat pengajian ini adalah kewajiban setiap muslim.Jika terkesan mereka itu seram atau aneh, itu hanyalah pandangan sekilas. Setelah Anda duduk dan ngobrol, mereka akan menyapa dengan hangat.Anda pun boleh datang kapan dan di mana pun acara pengajian dilaksanakan. Untuk jadwal pengajian dan ustadz yang mengisi, bisa Anda dengarkan di Radio Rodja 756 AM atau klik di http://www.radiorodja.com/ dan untuk buku-buku yang dibahas di pengajian mereka, Anda bisa mengklik https://www.facebook.com/insanimuslim?_rdr
Cuma saya khawatir, jika Anda mencoba hadir… Saya khawatir Anda akan ketagihan

Kamis, 24 Desember 2015

Nasib si Bakhiil (Pelit)

053. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun


*Nasib si Bakhiil (Pelit)*

======

Sesungguhnya pelit itu ada dua tingkatan, pelit terhadap orang lain, dan yang paling parah adalah pelit terhadap diri sendiri.

Dia pelit tidak mau keluar uang agar bisa mengumpulkan harta dan menjadi orang kaya, namun pada hakekatnya ia telah terjerumus dalam kemiskinan hidup yang ia ingin lari darinya, dan ia telah terjauhkan dari kekayaan yang justru sedang ia kejar.

Bahkan yang tersiksa bukan hanya dirinya sendiri, anak-anak dan istrinya pun harus menjalani gaya hidup "faqir" nya tersebut.

Di akhirat iapun harus menjalani hisab yang panjang karena hartanya yang ia tumpuk.
Sebagaimana dikatakan tentang si bakhil ini :

يَعِيْشُ فِي الدُّنْيَا عَيْشَ اْلفُقَرَاءِ وَيُحَاسَبُ فِي الآخِرَةِ حِسَابَ الأَغْنِيَاءِ

(Ia hidup di dunia seperti hidupnya kaum faqir sementara ia dihisab dengan hisab orang-orang kaya)

Sesungguhnya yang Allah kehendaki adalah kehidupan yang sedang, tidak pelit dan tidak juga boros. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللهَ إِذَا أَنْعَمَ على عَبْدٍ نِعْمَةً يُحِبُّ أَنْ يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ على عَبْدِه

"Sesungguhnya Allah jika memberi kepada hambaNya sebuah kenikmatan maka Allah suka melihat dampak nikmat tersebut pada hambaNya"

Maka jangan sempai orang yg diberi kecukupan menampakan seakan akan ia hidup dalam kekurangan, tapi jangan pula berlebihan dan boros yang menjerumuskan dalam kesombongan.


https://www.facebook.com/firandaandirja/posts/496505497196118
------------------------


Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.


boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

CINTAILAH DIA DENGAN ITTIBA

052. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun


*CINTAILAH DIA DENGAN ITTIBA*
======
Rasulullah..

Kelahirannya berarti kelahiran sunnah dan risalahnya.

Sehingga kapan saja engkau mengamalkan sunnahnya, saat itulah engkau merayakan kelahirannya.

Namun bila engkau meninggalkannya, apalagi merendahkannya, maka cintamu takkan berarti, meski kau larut dalam bait-bait pujian di malam kelahirannya.

Cintailah dia dengan ittiba...

Ingatlah dia bersama jenggot yang engkau biarkan tumbuh..
Bersama pakaian yang tak kau biarkan menjulur melewati mata kaki..
Dalam shalawat yang terucap setiap kali namanya disebut...
Dalam senyum tulus untuk saudaramu saat bertemu...
Bersama ayunan langkah menuju masjid untuk sholat berjamaah...
Disaat menaiki kenderaan dengan do'a yang pernah dia ajarkan dulu..
Cintailah ia seperti yang dia inginkan..
Dengan sunnah yang diajarkannya, bukan dengan bid'ah yang dicelanya.

Saya pernah mendengar sebuah ungkapan indah tentang konsekuensi cinta.

لَوْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقاً لَأَطَعْتَـهُ إِنَّ المُحِبَّ لِمَنْ أَحَبَّ مُطِيْـعُ

Bila cintamu tulus murni (kepadanya), niscaya engkau akan mentaatinya.
Karena sesungguhnya orang yang mencintai akan patuh terhadap orang yang dicintainya.

Sekali lagi...

Cintailah dia dengan ittiba'..

Sebagaimana firman Allah:

“Katakanlah (hai Muhāmmad), jika kalian (benar-benar) mencintai Allâh maka ikutilah aku (nabi muhammad sholAllahu ‘alaihi wa sallam ), niscaya Allah akan mencintai kalian dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan Allah Māhapengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-‘Imrân: 31)

Allahumma sholli ala Muhammad wa ala aali Muhammad.

Catatan:

*Ittiba': Mengikuti petunjuk hidup Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam.
__________

Madinah 08-03-1437 H
ACT El Gharantaly


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1138555452823735&set=a.721834631162488.1073741825.100000078729300&type=3&theater
------------------------


Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.


boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id

Jumat, 18 Desember 2015

Makna dari senyuman

050. Silsilah Mutiara Nasehat Radio KITA Madiun


*Makna dari senyuman*
======
Senyuman adalah tanda kebahagian, tapi terkadang senyuman adalah tirai yang menutupi kesedihan.
Jika engkau melihat orang yang engkau cintai maka tersenyumlah agar ia merasakan cintamu

Jika engkau melihat musuhmu maka tersenyumlah agar ia merasakan kekuatan dan kewibawaanmu

Jika engkau melihat orang yang meninggalkanmu maka tersenyumlah agar ia merasakan penyesalan ketika pergi darimu

Jika engkau melihat ke cermin maka tersenyumlah karena Allah telah memberikan kepadamu begitu banyak kenikmatan yang ada pada jasadmu.

Jika engkau melihat orang yang tidak engkau kenali maka tersenyumlah agar Allah memberi pahala kepadamu.


Bukankah rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

تبسمك في وجه أخيك لك صدقة

“Senyummu terhadap saudaramu adalah sedekah bagimu.” (HR. At Tirmidz 1956)

Ustadz Fadhlan Fahamsyah


https://www.facebook.com/fadlan.fahamsyah/posts/550447598443859?pnref=story

------------------------


Jangan lewatkan untuk terus menyimak siaran kajian & tilawah alquran Radio KITA di frekuensi 105.2 FM untuk wilayah Madiun & sekitarnya.


boardcasted by : Media KITA

http://www.radiokita.or.id/

http://www.tvkita.id