Sabtu, 08 Agustus 2015

Salah satu adab bagi muslim yang hendak melakukan safar/perjalanan

Salah satu adab bagi muslim yang hendak melakukan  - Salah satu adab bagi muslim yang hendak melakukan safar/perjalanan yaitu, menjumpai tetangga rumahnya & meminta nasehat sebelum meninggalkan rumahnya. Sebagaimana yang dilakukan sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebelum berangkat safar.
Sebagaimana hadits berikut

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرِيدُ سَفَرًا لِيُوَدِّعَهُ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُوصِيكَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالتَّكْبِيرِ عَلَى كُلِّ شَرَفٍ فَلَمَّا وَلَّى قَالَ اللَّهُمَّ اطْوِ لَهُ الْبَعِيدَ وَهَوِّنْ عَلَيْهِ السَّفَرَ
( رواه أحمد و الترمذي )
Dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk meminta nasihat ketika hendak melakukan safar, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda kepadanya: "Aku nasihatkan kepadamu untuk bertaqwa kepada Allah, dan takbir ketika melalui tempat yang tinggi, " maka ketika ia berlalu Rasulullah Bersabda: "Ya Allah, perpendeklah jaraknya yang jauh dan mudahkan perjalanannya." (HR. Ahmad & Tirmidzi )

Bila seorang yang mengundang berniat untuk mendapat nasehat dari muslimin yang dia undang terutama dari mereka yang sudah berhaji, maka itu tidak mengapa dilakukan. Dan wajib bagi muslim yang diundang, untuk datang memenuhi panggilannya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ ( رواه مسلم )
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hak seorang muslim terhadap seorang muslim ada enam perkara." Lalu beliau ditanya; 'Apa yang enam perkara itu, ya Rasulullah? ' Jawab beliau: (1) Bila engkau bertemu dengannya, ucapkankanlah salam kepadanya. (2) Bila dia mengundangmu, penuhilah undangannya. (3) Bila dia minta nasihat, berilah dia nasihat. (4) Bila dia bersin lalu dia membaca tahmid, doakanlah semoga dia beroleh rahmat. (5) Bila dia sakit, kunjungilah dia. (6) Dan bila dia meninggalkan, ikutlah mengantar jenazahnya ke kubur. ( HR. Muslim )

Perlu diperhatikan pula !
Bagi yang memenuhi undangan tersebut, dianjurkan tidak mengikuti amalan2 yang tidak sesuai syariat. Diantaranya;
- Membaca dzikir berjamaah
- Membaca sholawatan
- Muslim & muslimah yang bukan muhrim saling berjabat tangan
- Dan lain2 yang tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda;
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَالْأُمُورَ الْمُحْدَثَاتِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ ( رواه أحمد و أبو داود )
Hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham, dan jangan sampai kalian mengikuti perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya semua bid'ah itu adalah sesat. ( HR. Ahmad & Abu Dawud )

Wallahu a'lam

Tafsir Surat 3 Ali-'Imran, Ayat 118.

Taushiyah ke 186, Jum'at 22 Syawal 1436 / 07 Agustus 2015

Tafsir Mudah 100 Ayat Al-Qur'an Seruan Kepada Orang Beriman

Ayat Keempatbelas: Surat 3 Ali-'Imran, Ayat 118.

Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya."

Tafsir Mudah dan Kandungan Ayat:

1. Ayat ini adalah seruan untuk semua orang beriman tanpa pandang suku, ras, warna kulit dan bangsa.
2. Orang beriman adalah orang mengimani semua yang wajib diimani dengan ucapan lisan, keyakinan hati dan pengamalan dengan anggota tubuh. Iman bisa bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan bisa berkurang dengan kedurhakaan kepada Allah.
3. Allah melarang hamba-hambaNya yang beriman menjadikan orang-orang munafik dan kafir sebagai teman kepercayaan yang disampaikan kepadanya rahasia-rahasia orang-orang beriman atau diberi jabatan strategis.
4. Orang-orang munafik dan kafir tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan dan kerusakan bagi agama Islam dan orang-orang Islam.
5. Orang-orang munafik dan kafir menyukai apa saja yang menyusahkan orang-orang Islam.
6. Telah nyata kebencian dari mulut orang-orang munafik dan kafir dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi.
7. Allah telah menerangkan ayat-ayatNya yang di dalamnya penuh kebaikan untuk kita semua dalam urusan agama dan dunia kita.
8. Orang yang memahami ayat-ayat Allah dengan baik dan benar pasti menjadi orang yang berakal, yaitu yang mampu membedakan antara kawan dan lawan.
9. Hendaklah kita waspada untuk tidak menjadikan musuh-musuh Islam sebagai orang dekat dan kepercayaan kita dan tidak memberi mereka jabatan strategis serta tidak membongkar rahasia-rahasia kepada mereka.
10. Musuh-musuh Islam tidak akan pernah rela jika Islam berjaya dan tegak di muka bumi.
11. Musuh Islam yang paling berbahaya adalah orang-orang munafik yang menampakkan keislaman padahal hatinya penuh dengan kebencian kepada Islam dan berusaha semaksimal mungkin agar Islam menjadi rusak tidak lagi seperti Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan "Ahlul Qur'an" [Keluarga Al-Qur'an] dan "Shohibul Qur'an"  [Sahabat Al-Qur'an], yang "Hidup Di Bawah Naungan Al-Qur'an", selalu membaca, memahami dan mengamalkannya sehingga kami menjadi sukses, bahagia dan selamat dunia akhirat, aamiin..

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

���� WA MTDHK (Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah) kota Malang ����

�� Infaq kegiatan dakwah MTDHK bisa disalurkan melalui rekening a/n Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah;

�� BSM No: 7755555511
�� BNI No: 0362755494

���� Semoga Allah beri ganti dengan yang lebih baik dan barokah di dunia dan akhirat.

☝��️Kegiatan dakwah dan laporan keuangan ada di website kami www.mtdhk.com.

�� Untuk berlangganan WA Taushiyah MTDHK ketik "GABUNG" kirim WA (bukan SMS) ke +6283848634832 (Anggota lama tidak perlu mendaftar lagi)

�� Silahkan disebarkan kiriman ini sebagaimana aslinya tanpa dirubah sedikitpun, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah.. Jazakumulloh khoiro.

MENJADI RATU

MENJADI RATU

Ada iklan reklame sebuah merk minuman yang bagus dicermati:" ANDA ADALAH APA YANG ANDA MINUM". kata-kata yang padat dan sarat dengan makna. Menggambarkan bahwa kesehatan seseorang itu begitu berkaitan eratnya dengan minuman apa yang dia konsumsi.

Dalam berumah tangga, biasanya suami itu adalah cerminan dari sikap istrinya terhadapnya.

Jika anda melihat ada seorang suami yang bajunya kusut-masay, rambutnya acak-acakan,penampilannya tidak rapi dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap....so pasti yakinkah bahwa sang istri tidak memperdulikan kebersihan.

Jika anda melihat, suami perlente,tampilannya selalu rapi,harum dan elegant...yakinilah bahwa sang istri sosok yang mencintai kebersihan dan kerapian.

Dalam hal sikap dan perangai, biasanya seperti itu pula keadaannya. Jika anda mendapati sang suami dermawan dan baik,gampang memberi,mencintai kebaikan...dst.,biasanya dibelakngnya ada istri yang sholehah sebagai pendukungnya.

Tidak salah jika ada yang mengatakan:" orang-orang besar itu akan terlahir dari wanita-wanita berjiwa besar". Dibalik orang-orang sukses,ada istri-istri dahsyat yang bekerja di belakang layar sebagai motivator handal.

Tidak terlahir pemimpin Handal sekaliber Muawiyah bin Abi Sofyan, kecuali di balik kebesarannya ada Sang Ibu Hindun Binti Utbah yang berkata- tatkala ada orang-orang yang memuji ketangkasan anaknya Muawiyah dan kelayakannya kelak menjadi pemimpin kaumnya-:" sungguh celaka Muawiyah jika hanya mampu menjadi pemimpin kaumnya...tetapi ia kelak akan menjadi pemimpin dunia".

Subhanallah...sungguh cita-cita besar yang membuat Muawiyah kelak benar-benar menjadi orang besar dan pemimpin dunia.

Keberhasilan dakwah Rasulullah tidak pernah kepas dari peran sang Istri teladan Khadijah binti Khuwailid yang telah mengorbankan segalanya untuk suaminya dan Islam.

Lihat pula sebaliknya peran Ummu Jamil yang senantiasa menjadi pendukung setia bahkan motivator ulung dibalik kekejian dan kekejaman perangai Abu Lahab terhadap keponakannya Muhammad.

* * *

Datang seorang istri mengadukan perilaku suaminya yang pada dasarnya baik dan bertanggung jawab, namun jika marah,,dunia laksana" kiamat" di buatnya. La haula wal quwwata illa billahi.

Sang istri mencela perangai buruk suaminya ini,padahal tanpa dia sadari bahwa perangai" marah"suaminya itu terkadang lahir dari sikapnya sendiri yang terkadang menjengkelkan sang suami, bahkan merendahkan sang suami.

Tiada api tanpa asap,tiada marah tanpa sebab. Kecuali jika sang suami telah berubah akalnya alias gila. Sebelum menyalahkan sang suami,selayaknya wanita terlebih dahulu mengintrospeksi dirinya,melihat sikap dan prilakunya terhadap sang suami.

Kaum lelaki,yang disifati dengan kekuatan fisik dan akal...hakikatnya begitu gampang ditaklukkan oleh makhluk yang maha lembut bernama wanita. Jika tidak demikian ...mustahil Nabi kita bersabda;"aku tidak pernah melihat ada orang yang kurang akal dan agamanya,namum mampu melenyapkan akal lelaki yang terkuat sekalipun daripada kalian wahai kaum wanita".

Betapa kelembutan wanita membuat "dungu"kaum pria hingga akhirnya bertekuk lutut melakukan berbagai tingkah laku yang bodoh dan membinasakan.

Apakah anda tidak tau diantara sebab hancurnya sebagian pejabat maupun konglomerat adalah skandal" wanita simpanan"?

* * *

Seorang istri yang bijak..jika ingin menjadi ratu dalam rumah tangganya,dimuliakan,dipuja dan dicinta sepanjang masa...hendaklah ia terlebih dahulu menjadikan suaminya bagaikan raja-raja di istana-istana.

Ibarat bahan bakar maka lelaki itu bagaikan "bensin" yang cepat terbakar dan meledak-ledak. Jikalah seorang istri tidak pandai menyiasatinya dengan kelembutan..niscaya ia akan terbakar dan membakar istrinya dengan kemarahan yang meluap-luap.

Secara kodrati,pria itu merasal lebih tinggi di atas wanita dan itu adalah hal yang wajar karena memang seperti itu fitrahnya yang telah diciptakan Allah. Dengan itu mereka dapat melindungi kaum wanita dan mengayomi mereka. Dalam konteks agama, Allah juga telah melebihkan pria atas wanita dalam kepemimpinan.

Ketika sang pemimpin merasa terlecehkan oleh anggotanya, disepelekan dan direndahkan...ia akan nekat melakukan segalanya untuk mempertahankan eksistensinya... walaupun dengan menceraikan orang yang menjadi teman hidupnya.

Bagi mereka...kemuliaan diri adalah harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar..apapun resiko yang dihadapinya.

* * *

Menjadi SANG RATU dalam rumah tangga sebenarnya adalah hal yang sangat sederhana dan mudah dilakukan. Bagaiamana caranya??

Jawabnya....
jadikan suamimu bagaikan raja,hormati dan muliakan dia,junjung tinggi marwahnya dihadapan manusia, dan jangan sekali-kali kau bangkitkan kemarahannya dengan sikap angkuhmu,apalagi denagan menyebarkan aib dan kekurangannya.

Jika itu mampu kau lakukan...saya berani memberikan garansi abadi lintas tahun untukmu,bukan hanya garansi 1-3 tahun..tetapi garansi seumur hidup...engkau akan jadi ratu dalam hidupnya. Ia akan mencintaimu sepanjang masa, tergila-gila padamu dan siap melakukan apapun untukmu.

Batam, 15 Syawwal 1436 h/30 Juli 2015

=========
Abu Fairuz

Faidah Muhadharah

��Beberapa Faidah Muhadharah asy Syaikh Washiyullah Abbas -hafizhahullah.

✒Mesjid al Markaz al Islami Makassar
��Ahad, 17 Syawwal 1436 H / 2 Agustus 2016 H

����������������

��Allah yang menciptakan kita dan Dialah yang akan menghisab amalan amalan kita, maka hendaklah seorang hamba memperbaiki, keyakinannya, amalannya dan ucapannya, dan hendaknya ia mengambil dari dunia sebatas apa yang ia butuhkan atau ia mengambil dari
dunia selama tidak merusak akhiratnya.

��Hendaknya dia mencontoh Nabi yang tidak mengambil dari dunia kecuali apa yang bisa menegakkan punggungnya.
Nabi kadang berlalu dua bulan dalam hidupnya dalam keadaan beliau tidak memiliki makanan kecuali kurma kering.

��Maka hendaknyalah kita bersemangat mengejar dunia dan berhati hati jangan sampai dunia menggelincirkan kita.
Bukan berarti tidak boleh mengambil dari dunia, tapi hendaknya ia memperhatikannya, jangan sampai merusak akhiratnya.

��Para sahabat adalah teladan kita setelah Rasulullah, sebab mereka belajar langsung dari Nabi, yang mereka selalu berlomba dalam kebaikan ketika mendengarkan sebuah amalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, bahkan terkadang mereka bertanya kepada Nabi akan amalan amalan yang utama. Sebagaimana para sahabat yang faqir datang mengaduh kepada Nabi karena mereka dikalahkan oleh para sahabat yang kaya dengan (bersedeqah) hartanya.

��Tidaklah bertambah kebaikan seorang muslim kecuali bertambahlah kedudukannya di hadapan Allah. Olehnya itu hendaknya ketika seseorang melihat sebuah kebaikan yang dilakukan saudaranya, maka ia bersegera melakukannya juga. Adapun kalau ia melihat kejelekan maka ia berlindung kepada Allah dari kejelekan tersebut.

��Seorang Muslim harus menjadi manusia yang terbaik, dengan menjaga perintah dan larangan Allah serta mengikuti dan mencontoh kebaikan kebaikan yang diajarkan oleh Nabi. Yang terbaika adalah yang paling banyak melakukan amalan amalan shaalih.

��Keadaan paling dekat antara seorang hamba dengan Allah adalah ketika ia bersujud (al hadits)' artinya dia harus memperbanyak melakukan shalat yang merupakan di antara sebaik baik amalan.

��Keturunan bukanlah jaminan kebaikan, lihatlah Abu Lahab, nasabnya adalah yang nasab yang terbaik tapi Allah mencela dan menjanjikan kebinasaan baginya.

��Bukan pula  harta, lihatlah Qarun dan Bukan pula kekuasaan, lihatlah Fir'aun yang mereka berdua dibinasakan oleh Allah.

��Tapi kebaikan itu adalah apa yang disebutkan oleh Allah ,"yang termulia dari kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa" olehnya itu seorang muslim harus melakukan kebaikan demi kebaikan, amalan shaalih demi amalan shaalih yang bisa mendekatkannya ke derajat ketaqwaan.

��Di antara amalan kebaikan adalah melakukan amar ma'ruf nahiy mungkar, mencegah kezhaliman (menolong orang yang di zhalimi dan mencegah saudaranya ketika hendak berbuat zhalim).

��Kalau amar ma'ruf nahiy mungkar ditinggalkan maka kejelekan akan merajalela. Tapi perlu diperhatikan bahwa mengingkari kemungkaran itu ada adab dan tahapannya. Dia harus mempertimbangkan sisi maslahat dan mafsadat dari pengingkarannya.

��Hati yang tidak mengingkari kemungkaran maka berarti Hati tersebut adalah hati yang sakit.

��Amar ma'ruf nahiy mungkar haruslah dilakukan dengan cara yang ma'ruf bukan dengan cara yang mungkar. Yakni dengan hikmah dan di atas ilmu dan bimbingan sunnah. Sebab keliru dalan cara pengingkaran akan menghasilkan kemungkaran yang lebih besar dari yang diingkari.

��Perhatikanlah bagaimana perintah Allah kepada Nabi Musa dan Harun ketika diperintahkan menuju je Fir'aun -manusia paling rusak di permukaan bumi-, Allah berfirman : "katakanlah (kalian berdua) kepadanya dengan ucapan yang lemah lembut."

��Dan seorang muslim wajib untuk berusaha mendamaikan saudaranya yang berselisih.

��Diantara cara menyelesaikan perselisihan adalah mengembalikan atau mengangkat masalahnya kepada hukkam atau para ulama yang berjalan di atas bimbingan al Qur'an dan as Sunnah.

��Sebab di antara sebab kerusakan adalah menjauhnya umat dari bimbingan para ulama. Sehingga keluarlah para pemuda yang sangat bersemangat dengan atas nama islam, atas nama jihad, atas nama amar ma'ruf nahiy mungkar kemudian mereka mengkafirkan kaum muslimin karena jauhnya mereka dari bimbingan para ulama.

��Keliru dalam memahami nash nash akan mengakibatkan kerusakan yang besar, sebagaimana para Khawarij dulu melakukan kerusakan karena mereka menjauh dari bimbingan para sahabat, dan yang sekarang mereka menjauh dari bimbingan para ulama.

��Tidak mungkin untuk mengetahui kebaikan dan kejelekan kecuali dengan mempelajari al Qur'an dan Sunnah di majelis ilmu, di majelis para ulama.

��Ditulis oleh:  Abu Shofiyyah

Jumat, 07 Agustus 2015

Kejujuran Imam Syafi'i

����Kejujuran Imam Syafi'i����

Imam asy-Syafi rahimahullah sebelum berangkat belajar ke Madinah belajar kepada Imam Malik rahimahullah, beliau berkata Ibu nya : "Wahai ibu, berilah saya nasehat !"

Ibunya berkata : "Wahai anak ku, berjanjilah kepada ku untuk tidak berdusta."

Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata : "Saya berjanji kepada Allah lalu kepada mu untuk tidak berdusta."

Beliau waktu usia nya masih kecil, dibekali oleh ibu nya uang 400 dirham.. Beliau menaiki hewan tunggangan nya dan keluar bersama rombongan menuju Madinah, Imam asy-Syafi menyimpan uang itu didalam sebuah kantong yang ia jahit disela - sela bajunya..

Ditengah - tengah perjalanan ada rampok yang merampas seluruh harta rombongan tersebut, tatkala sampai dihadapan Imam asy-Syafi'i yang masih kecil, para perampok itu bertanya : "Apakah kamu membawa uang ??"

Imam asy-Syafi'i yang masih kecil ini menjawab : "IYA"

Perampok : "Berapa ??"

Asy-Syafi'i : "Saya membawa uang 400 dirham."

Para perampok tersebut tertawa sambil mengejek beliau dan berkata : "Pergilah, apakah kamu hendak mengolok - olok kami ??" Pergilah sana. Apakah orang seperti mu membawa uang sebanyak empat ratus dirham ??" (kata para perampok dengan tidak percaya).

Kemudian asy-Syafi'i berhenti disamping rombongan kafilah yang dirampok. Pemimpin rampok berkata kepada anak buah nya : "Apakah kalian telah mengambil semuanya ??"

Mereka menjawab : "Ya"

Pemimpin rampok : "Apakah kalian tidak meninggalkan seorang pun ??"

Mereka (anak buah) menjawab : "Tidak, kecuali seorang anak kecil yang mengaku telah membawa uang sebanyak 400 dirham, namun anak tersebut gila atau hanya ingin mengolok - olok kita, sehingga kami pun menyuruhnya pergi."

Pemimpin rampok berkata : "Bawa anak itu kemari."

Mereka pun membawa Syafi'i kecil. Kemudian pemimpin rampok itu bertanya kepada beliau : "Apakah kamu membawa uang, wahai anak kecil ??"

Syafi'i kecil menjawab : "Ya"

Pemimpin Rampok berkata : "Berapa uang yang kamu bawa??"

Syafi'i kecil : "Empat ratus dirham."

Pemimpin perampok itu bertanya lagi: "Dimana uang itu ??"

Lalu Syafi'i kecil mengeluarkan uang tersebut dari balik pakian nya dan menyerahkan nya kepada pemimpin kawanan perampok tersebut..

Pemimpin rampok itu menuangkan uang - uang tersebut kepangkuan nya, lalu ia memandangi syafi'i kecil dengan keheranan dan berkata : "Kenapa kamu jujur kepada ku ketika aku tadi bertanya kepada mu, dan kamu tidak berdusta kepadaku, padahal kamu tahu bahwa uang mu akan hilang ??"

Syafi'i pun menjawab : "Saya jujur kepada mu karena saya telah berjanji kepada ibu ku untuk tidak berdusta kepada siapa pun."

Mendengar penuturan Syafi'i kecil itu, tiba - tiba tangan pemimpin rampok itu berhenti memain - mainkan uang 400 dirham tersebut, karena hatinya telah bergetar karena hidayah dari Allah..

Lalu pemimpin rampok itu berkata sambil mengembalikan uang tersebut kepada Syafi'i kecil : "Ambillah uang mu, kamu takut untuk mengkhianati janji mu kepada ibu mu, sedangkan aku tidak takut berkhianat kepada janji Allah Subhanhu wa ta'ala ?? Pergilah, wahai anak kecil dalam keadaan aman dan tenang, karena aku telah bertaubat kepada Zat yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang melalui kedua tangan mu dengan taubat ini dan aku tidak akan pernah mendurhakai-Nyalagi selamanya."

Kemudian pemimpin kawanan perampok itu memandang anak buahnya dan berkata :

إنّ الله يامركم أن تؤدّوا الأمانات إلى أهلها

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada orang yang berhak menerima nya..." [An-Nisa ayat 58].

Lalu anak buahnya berkata sambil membawa harta dan berbagai perhiasan rombongan kafilah yang mereka rampok tadi dan mengembalikan nya, dan mereka berkata kepada pemimpin mereka : "Wahai tuan kami, anda telah bertaubat dengan Zat Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang, sedangkan anda adalah pemimpin kami. Oleh karena itu kami lebih pantas untuk bertaubat daripada anda."

Akhirnya mereka semua bertaubat kepada Allah, lewat kejujuran Imam asy-Syafi'i kecil..

[Diringkas dan disadur dari buku Biografi Imam Syafi'i hal 17-20, Abdul Aziz asy-Syinawi. Judul aslinya Al-Aimmah Al-Arba'ah Hayatuhum Mawaqifuhum Ara'ahum Qadhiyusy Syariah al-Imam asy-Syafi'i]

Kamis, 06 Agustus 2015

Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi dan Telah Berlalu

�� BimbinganIslam.com
Kamis, 21 Syawal 1436 H / 6 Agustus 2015 M
�� Ustadz Abdullāh Roy, MA
�� Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
�� Halaqah 11 | Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi dan Telah Berlalu
⬇ Link download audio
https://drive.google.com/file/d/0B1e0BM9z9hzYLW9vSUxlamV4Y1U/view?usp=docslist_api
~~~~~~~~~~~~~~~

TANDA-TANDA HARI KIAMAT YANG SUDAH TERJADI DAN TELAH BERLALU

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqoh yang ke-11 dari Silsilah Beriman kepada Hari Akhir adalah tentang tanda-tanda hari kiamat yang sudah terjadi dan telah berlalu.

Hari kiamat adalah hari akhir dunia ini.

Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa hairi tsb sudah dekat apabila dibandingkan dengan umur dunia ini secara keseluruhan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ٱقۡتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمۡ وَهُمۡ فِى غَفۡلَةٍ۬ مُّعۡرِضُونَ

"Telah dekat perhitungan bagi manusia sedangkan mereka dalam keadaan lalai lagi berpaling. "

(QS Al Anbiya: 1)

Tanda-tanda terjadinya hari kiamat sudah mulai bermunculan ,

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ﻓَﻬَﻞْ ﻳَﻨْﻈُﺮُﻭﻥَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔَ ﺃَﻥْ ﺗَﺄْﺗِﻴَﻬُﻢْ ﺑَﻐْﺘَﺔً ۖ ﻓَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَ ﺃَﺷْﺮَﺍﻃُﻬَﺎ ۚ

"Maka mereka tidaklah menunggu kecuali hari kiamat yang akan datang dengan tiba-tiba, maka sungguh telah datang tanda-tandanya."

(Qs Muhammad: 18)

Diantara tanda-tanda hari kiamat yang sudah terjadi dan telah berlalu adalah diutusnya Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Beliau shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda :

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ

"Diutusnya aku dan bangkinya hari kiamat adalah seperti dua jari ini (yaitu jari tengah dan jari telunjuk)."

(HR Bukhari dan Muslim).

Dan diantara tanda-tanda yang sudah terjadi dan telah berlalu adalah terbelahnya bulan .

Allah  Subhanahu wa Ta'ala berfriman:

ٱقۡتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلۡقَمَرُ

"Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan."

(QS Al Qomar: 1)

Dan telah terbelah bulan menjadi 2 dijaman Rasululah shallallahu 'alaihi wasallam ketika orang-orang musryikin, di awal da'wah beliau, meminta bukti kerasulan beliau shallallahu 'alaihi wasallam.

Kemudian beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan keada mereka, "Lihatlah-lihatlah." (HR Muslim)

Dua tanda di atas sudah terjadi kurang lebih 1400 tahun yang lalu.

Tentunya semakin dekatnya hari kiamat hendaklah membuat seorang muslim segera sadar dari kelalaian dia selama ini .

Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kambali pada halaqoh yang selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaramu, Abdullah Roy

Ditranskrip oleh
Tim Transkrip BIAS
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Tafsir Surat 3 Ali-'Imran, Ayat 102.

Taushiyah ke 185, Kamis 21 Syawal 1436 / 06 Agustus 2015

Tafsir Mudah 100 Ayat Al-Qur'an Seruan Kepada Orang Beriman

Ayat Ketigabelas: Surat 3 Ali-'Imran, Ayat 102.

Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam."

Tafsir Mudah dan Kandungan Ayat:

1. Ayat ini adalah seruan untuk semua orang beriman tanpa pandang suku, ras, warna kulit dan bangsa.
2. Orang beriman adalah orang mengimani semua yang wajib diimani dengan ucapan lisan, keyakinan hati dan pengamalan dengan anggota tubuh. Iman bisa bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan bisa berkurang dengan kedurhakaan kepada Allah.
3. Ayat ini berisi perintah Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman agar mereka bertakwa kepadaNya dengan sebenar-benar takwa dan istiqamah diatas takwa sampai datang kematian.
4. Orang yang istiqamah dalam takwa pasti matinya-pun dalam keadaan bertakwa karena setiap orang bakal mati sesuai dengan keadaannya ketika hidup.
5. Orang yang ketika sehat dan semangat selalu istiqamah dalam takwa dan ketaatan kepada Allah lahir batin serta terus menerus kembali kepadaNya pasti oleh Allah diberi ketetapan dan keteguhan ketika kematiannya dan Allah berikan kepadanya rizki berupa husnul khotimah atau penutup umur yang baik.
6. Bertakwa kepada Allah adalah senantiasa mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
7. Bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa adalah selalu taat kepadaNya dan tidak mendurhakaiNya, selalu berdzikir kepadaNya dan tidak melupakanNya serta selalu bersyukur kepadaNya dan tidak kufur atau ingkar kepadaNya.
8. Kita harus selalu waspada dari semua godaan yang selalu mengintai kita, jangan sampai semua itu menjadikan kita keluar dari ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam.
9. Jangan sampai kita mati kecuali diatas agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan "Ahlul Qur'an" [Keluarga Al-Qur'an] dan "Shohibul Qur'an"  [Sahabat Al-Qur'an], yang "Hidup Di Bawah Naungan Al-Qur'an", selalu membaca, memahami dan mengamalkannya sehingga kami menjadi sukses, bahagia dan selamat dunia akhirat, aamiin..

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

���� WA MTDHK (Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah) kota Malang ����

�� Infaq kegiatan dakwah MTDHK bisa disalurkan melalui rekening a/n Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah;

�� BSM No: 7755555511
�� BNI No: 0362755494

���� Semoga Allah beri ganti dengan yang lebih baik dan barokah di dunia dan akhirat.

☝��️Kegiatan dakwah dan laporan keuangan ada di website kami www.mtdhk.com.

�� Untuk berlangganan WA Taushiyah MTDHK ketik "GABUNG" kirim WA (bukan SMS) ke +6283848634832 (Anggota lama tidak perlu mendaftar lagi)

�� Silahkan disebarkan kiriman ini sebagaimana aslinya tanpa dirubah sedikitpun, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah.. Jazakumulloh khoiro.

Bedanya kita dgn para salaf in

��أين نحن من هؤلاء الرجال رحمهم الله تعالى اجمعين وجمعنامعهم يوم لاظل إلاظله��
Betapa bedanya kita dgn para salaf ini, semoga kelak kita dikumpulkan bersama mereka hari kiamat
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
�� قال سفيان الثوري رحمه الله
”مجيئك إلى الصلاة قبل الإقامة توقير للصلاة “

��فتح الباري لابن رجب (3/533).
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
Berkata Sufyan ats tsauri
Kedatanganmu ke solat seblm iqomat menunjukkan penghargaanmu thdp sholat - fathul baari ibn rajab (3/533)
�� وقال إبراهيم التيمي رحمه الله :
” إذا رأيت الرجل يتهاون في التكبيرة الأولى فاغسل يدك منه” .

��سير أعلام النبلاء" (5/84)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
Berkata ibrahim at taimiy : jika kau melihat seorg yg meremehkan takbiratul ihrom maka sudah jgn pergauli dia - siyar a'laam an nubalaa (5/84)

�� وكان وكيع بن الجراح رحمه الله يقول :
” من لم يدرك التكبيرة الأولى فلا ترجُ خيره”.

��البيهقي في "شعب الإيمان" (3/74)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
Dahulu waki' bin al jarah berkata : siapa yg senantiasa terlambat solat jamaah jangan harapkan kebaikan darinya - al baihaqi, sya'bul iimaan (3/74)

�� وقال سفيان بن عيينة رحمه الله :
” لا تكن مثل عبد السوء، لا يأتي حتى يُدعَى” .

��التبصرة لابن الجوزي (131) .
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
Berkata sufyan bin uyaynah : jangan jd hamba sahay yg buruk, datang hanya ketika dipanggil saja - at tabsiroh ibn jauzi

�� وعن أبي حرملة عن ابن المسيب رحمه الله قال :
"ما فاتتني التكبيرة الأولى منذ خمسين، وما نظرت في قفا رجل في الصلاة منذ خمسين سنة” .

��السير (4/30). يعني أنه كان يصلي في الصف الأول
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
Dati abi harmalah, dari ibn al masib : aku tak pernah ketinggalan takbiratul ihrom sejak 50 tahun dan tdk pernah ada di sof kedua selama 50 tahun. - as siyar (4/30)

����للعبد بين يدي الله موقفان:
موقف بين يديه في الصلاة
وموقف بين يديه يوم لقائه.
فمن قام بحق الموقف الأول هون عليه في الموقف الآخر، ومن استهان بهذا الموقف ولم يوفه حقه شدد عليه ذلك الموقف”

��(الفوائد لإبن القيم رحمه الله 273).
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
Seorg hamba itu di hadapan Allaah ada dua kondisi : kondisi di hadapanNya ketika sholat, dan kondisi di hadapanNya saat hari akhirat berjumpa dgnNya. Maka siapa yg menjaga kondisi solatnya, akan mudah baginya saat berada di kondisi akhirat. Dan barangsiapa yg meremehkan kondisi saat solat dan tdk meberikan hak solatnya, akan susah baginya saat kondisi akhirat - al fawaid ibm qoyim 273

�� نسأل الله أن يرحمنا يوم العرض عليه والوقوف بين يديه��

منقول

copas dari grup tazkiyatun nufus

WALAUPUN TIDAK WAJIB

WALAUPUN TIDAK WAJIB…

Al Qurthubi rahimahullahu berkata: “Siapa yang terus menerus meninggalkan sunnah, maka itu kekurangan dalam agamanya...
Jika ia meninggalkannya karena meremehkan dan tidak suka...
Maka itu kefasikan...

Karena adanya ancaman dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam : “Siapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan dari golonganku.”

✒Dahulu para shahabat dan orang-orang yang mengikutinya...
Senantiasa menjaga yang sunnah sebagaimana menjaga yang wajib...
Mereka tidak membedakan keduanya dalam meraih pahala..
(Fathul Baari syarah Shahih Al Bukhari 3/265).

Banyak sunnah yang diremehkan di zaman ini..
Dengan alasan: "Ah itu kan cuma sunnah..."
Padahal sunnah bukanlah untuk ditinggalkan..
Banyak perkara sunnah yang berpahala amat besar..

Seperti shalat qabliyah shubuh yang lebih baik dari dunia dan seisinya.

Bahkan ada amalan sunnah yang menjadi tonggak kebaikan..

✏Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Senantiasa manusia di atas kebaikan selama mereka bersegera berbuka puasa.” (HR Bukhari dan Muslim).

Bagi kita penuntut ilmu..
Mari hiasi hari hari dengan sunnah..
Meraih cinta Allah..

✏Dia berfirman dalam hadits qudsi... “Senantiasa hambaKu bertaqarrub kepadaku dengan ibadah yang sunnah hingga Aku mencintainya.”

Untuk inilah kita berlomba...✒

Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى

✒Mari Belajar Islam
______________________________________

Rabu, 05 Agustus 2015

Tafsir Surat 3 Ali-'Imran, Ayat 100.

Taushiyah ke 184, Rabu 20 Syawal 1436 / 05 Agustus 2015

Tafsir Mudah 100 Ayat Al-Qur'an Seruan Kepada Orang Beriman

Ayat Keduabelas: Surat 3 Ali-'Imran, Ayat 100.

Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman."

Tafsir Mudah dan Kandungan Ayat:

1. Ayat ini adalah seruan untuk semua orang beriman tanpa pandang suku, ras, warna kulit dan bangsa.
2. Orang beriman adalah orang mengimani semua yang wajib diimani dengan ucapan lisan, keyakinan hati dan pengamalan dengan anggota tubuh. Iman bisa bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan bisa berkurang dengan kedurhakaan kepada Allah.
3. Ahli Kitab adalah Yahudi dan Nasrani yang Allah berikan kepada mereka kitab Taurat dan Injil.
4. Kita dilarang mengikuti Ahli Kitab karena mereka hendak menyesatkan kita dan membuat kita ragu terhadap agama kita.
5. Ahli Kitab berupaya maksimal agar orang Islam keluar dari agama Islam dan mengikuti agama mereka.
6. Keluar dari Islam itu bisa berupa pindah agama dan bisa pula tetap mengaku Islam tapi ajarannya sudah menyimpang jauh dari ajaran Islam yang benar dan lurus yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam.
7. Ahli Kitab itu mempunyai sifat hasad atau iri dengki kepada orang Islam sebagaimana firman Allah di dalam surat Al-Baqarah ayat 109: "Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran."
8. Kita harus selalu waspada dari makar dan tipu daya Ahli Kitab.
9. Ahli Kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani adalah orang-orang kafir karena telah menyelewengkan kitab Taurat dan Injil dan telah menyimpang dari ajaran Nabi Musa dan Nabi Isa Alaihimas Salam.
10. Siapa saja yang tidak mau mengikuti ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam berarti telah kafir dan pasti masuk neraka.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan "Ahlul Qur'an" [Keluarga Al-Qur'an] dan "Shohibul Qur'an"  [Sahabat Al-Qur'an], yang "Hidup Di Bawah Naungan Al-Qur'an", selalu membaca, memahami dan mengamalkannya sehingga kami menjadi sukses, bahagia dan selamat dunia akhirat, aamiin..

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

���� WA MTDHK (Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah) kota Malang ����

�� Infaq kegiatan dakwah MTDHK bisa disalurkan melalui rekening a/n Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah;

�� BSM No: 7755555511
�� BNI No: 0362755494

���� Semoga Allah beri ganti dengan yang lebih baik dan barokah di dunia dan akhirat.

☝��️Kegiatan dakwah dan laporan keuangan ada di website kami www.mtdhk.com.

�� Untuk berlangganan WA Taushiyah MTDHK ketik "GABUNG" kirim WA (bukan SMS) ke +6283848634832 (Anggota lama tidak perlu mendaftar lagi)

�� Silahkan disebarkan kiriman ini sebagaimana aslinya tanpa dirubah sedikitpun, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah.. Jazakumulloh khoiro.

Tafsir Surat 3 Ali-'Imran, Ayat 100.

Taushiyah ke 184, Rabu 20 Syawal 1436 / 05 Agustus 2015

Tafsir Mudah 100 Ayat Al-Qur'an Seruan Kepada Orang Beriman

Ayat Keduabelas: Surat 3 Ali-'Imran, Ayat 100.

Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman."

Tafsir Mudah dan Kandungan Ayat:

1. Ayat ini adalah seruan untuk semua orang beriman tanpa pandang suku, ras, warna kulit dan bangsa.
2. Orang beriman adalah orang mengimani semua yang wajib diimani dengan ucapan lisan, keyakinan hati dan pengamalan dengan anggota tubuh. Iman bisa bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan bisa berkurang dengan kedurhakaan kepada Allah.
3. Ahli Kitab adalah Yahudi dan Nasrani yang Allah berikan kepada mereka kitab Taurat dan Injil.
4. Kita dilarang mengikuti Ahli Kitab karena mereka hendak menyesatkan kita dan membuat kita ragu terhadap agama kita.
5. Ahli Kitab berupaya maksimal agar orang Islam keluar dari agama Islam dan mengikuti agama mereka.
6. Keluar dari Islam itu bisa berupa pindah agama dan bisa pula tetap mengaku Islam tapi ajarannya sudah menyimpang jauh dari ajaran Islam yang benar dan lurus yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam.
7. Ahli Kitab itu mempunyai sifat hasad atau iri dengki kepada orang Islam sebagaimana firman Allah di dalam surat Al-Baqarah ayat 109: "Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran."
8. Kita harus selalu waspada dari makar dan tipu daya Ahli Kitab.
9. Ahli Kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani adalah orang-orang kafir karena telah menyelewengkan kitab Taurat dan Injil dan telah menyimpang dari ajaran Nabi Musa dan Nabi Isa Alaihimas Salam.
10. Siapa saja yang tidak mau mengikuti ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam berarti telah kafir dan pasti masuk neraka.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan "Ahlul Qur'an" [Keluarga Al-Qur'an] dan "Shohibul Qur'an"  [Sahabat Al-Qur'an], yang "Hidup Di Bawah Naungan Al-Qur'an", selalu membaca, memahami dan mengamalkannya sehingga kami menjadi sukses, bahagia dan selamat dunia akhirat, aamiin..

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

���� WA MTDHK (Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah) kota Malang ����

�� Infaq kegiatan dakwah MTDHK bisa disalurkan melalui rekening a/n Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah;

�� BSM No: 7755555511
�� BNI No: 0362755494

���� Semoga Allah beri ganti dengan yang lebih baik dan barokah di dunia dan akhirat.

☝��️Kegiatan dakwah dan laporan keuangan ada di website kami www.mtdhk.com.

�� Untuk berlangganan WA Taushiyah MTDHK ketik "GABUNG" kirim WA (bukan SMS) ke +6283848634832 (Anggota lama tidak perlu mendaftar lagi)

�� Silahkan disebarkan kiriman ini sebagaimana aslinya tanpa dirubah sedikitpun, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah.. Jazakumulloh khoiro.

Ancaman Meniru Lawan Jenis 

��Ancaman Meniru Lawan Jenis 

Rasulullah صلى الله عليه و سلم melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki. (HR. Al-Bukhari no. 5885, 6834)

Rasulullah صلى الله عليه و سلم melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki. (HR. Abu Dawud no. 3575. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata: Hadits ini hasan dengan syarat Muslim). ‎

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan:

Allah سبحانه وتعالى menciptakan laki-laki dan perempuan di mana masing-masingnya Dia berikan keistimewaan. Laki-laki berbeda dengan wanita dalam penciptaan, watak, kekuatan, agama dan selainnya. Wanita demikian pula berbeda dengan laki-laki.

Siapa yang berusaha menjadikan laki-laki seperti wanita atau wanita seperti laki-laki, berarti ia telah menentang Allah dalam qudrah dan syariat-Nya, karena Allah سبحانه وتعالى memiliki hikmah dalam apa yang diciptakan dan disyariatkan-Nya. Karena inilah terdapat nash-nash yang berisi ancaman keras berupa laknat, yang berarti diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah, bagi laki-laki yang menyerupai (tasyabbuh) dengan wanita atau wanita yang tasyabbuh dengan laki-laki.

Maka siapa di antara laki-laki yang tasyabbuh dengan wanita atau sebaliknya, berarti ia terlaknat melalui lisan Nabi صلى الله عليه و سلم . Demikian pula sebaliknya

��[Syarah Riyadhish Shalihin, 4/288]‎

BBM Dakwah Islam 541a29ec

ARTI COBAAN BAGI ORANG YANG BERIMAN

�� MUTIARA SALAF ��
===================
����ARTI  COBAAN
BAGI ORANG YANG BERIMAN____��

----------------------------------------

�� Al-Imam Ibnu Al-qoyyim rahimahullah menuturkan:

"Sesungguhnya ALLAH benar-benar akan menimpakan musibah kepada hamba - NYA yang beriman bukan untuk membinasakannya akan tetapi untuk MENGUJI KESABARANNYA dan PENGHAMBAAN dia kepada ALLAH,

maka sesungguhnya haq ALLAH atas hamba - NYA adalah untuk DI IBADAHI baik dalam keadaan SENANG sebagaimana ALLAH juga DI IBADAHI [meskipun] dalam keadaan yang PENUH KESUSAHAN."

قال ابن القيم رحمه الله تعالى:
إن الله ليبتلي عبده المؤمن لا لييهلكه ولكن ليمتحن صبره وعبوديته، فإن لله على العبد عبودية في السراء كما له عبادة في الضراء [الوابل الصيب ص :12 ط ابن الجوزي]

��dinukil dari kitab:

Tamaam al-minnah fii syarh ushul as-sunnah

�� karya Asy-syaikh 'Abdullah bin 'abdirrohim Al-bukhoriy hafidhohullah.

____________________

Tafsi Surat 2 Al-Baqarah, Ayat 282. Bagian 2

Taushiyah ke 183, Selasa 19 Syawal 1436 / 04 Agustus 2015

Tafsir Mudah 100 Ayat Al-Qur'an Seruan Kepada Orang Beriman

Ayat Kesebelas: Surat 2 Al-Baqarah, Ayat 282.

Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (mendiktekan apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Tafsir Mudah dan Kandungan Ayat:

(Sambungan yang sebelumnya)

21. Diantara hikmah disyari'atkannya mencatat dan mempersaksikan akad atau transaksi hutang piutang dan lainnya adalah untuk menegakkan keadilan yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan negara serta untuk menghilangkan keraguan, kebimbangan dan perselisihan serta persengketaan.
22. Muamalah atau transaksi perdagangan tunai boleh tidak dicatat karena tidak begitu dibutuhkan untuk dicatat akan tetapi tetap disyari'atkan adanya saksi atas muamalah tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
23. Hendaklah semua pihak menunaikan tugasnya sebagaimana mestinya, saling memberikan kemudahan dan tidak saling mempersulit.
24. Jika salah satu pihak ada yang melanggar aturan Allah berarti telah melakukan kefasikan.
25. Setiap orang yang tidak taat kepada aturan Allah disebut sebagai orang fasik walau ia adalah orang yang beriman.
26. Hendaklah kita bertakwa dan takut kepada Allah dengan senantiasa mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
27. Allah selalu mengajarkan kepada kita apa yang terbaik untuk dunia dan akhirat kita.
28. Ajaran dan aturan Allah adalah yang terbaik dan tiada tandingannya.
29. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan tiada sesuatupun yang tersembunyi dariNya.
30. Allah pasti memberikan balasan kepada kita atas semua perbuatan kita dengan penuh keadilan.
31. Inilah sekelumit diantara hukum-hukum yang bisa kita ambil dari ayat yang mulia ini dan sungguh penuh hikmah serta rahasia dalam semua firman Allah yang diungkapkannya kepada siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan "Ahlul Qur'an" [Keluarga Al-Qur'an] dan "Shohibul Qur'an"  [Sahabat Al-Qur'an], yang "Hidup Di Bawah Naungan Al-Qur'an", selalu membaca, memahami dan mengamalkannya sehingga kami menjadi sukses, bahagia dan selamat dunia akhirat, aamiin..

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

���� WA MTDHK (Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah) kota Malang ����

�� Infaq kegiatan dakwah MTDHK bisa disalurkan melalui rekening a/n Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah;

�� BSM No: 7755555511
�� BNI No: 0362755494

���� Semoga Allah beri ganti dengan yang lebih baik dan barokah di dunia dan akhirat.

☝��️Kegiatan dakwah dan laporan keuangan ada di website kami www.mtdhk.com.

�� Untuk berlangganan WA Taushiyah MTDHK ketik "GABUNG" kirim WA (bukan SMS) ke +6283848634832 (Anggota lama tidak perlu mendaftar lagi)

�� Silahkan disebarkan kiriman ini sebagaimana aslinya tanpa dirubah sedikitpun, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah.. Jazakumulloh khoiro.

Nikmat dan Adzab Kubur

�� BimbinganIslam.com
Selasa, 19 Syawal 1436 H / 04 Agustus 2015 M
�� Ustadz Abdullāh Roy, MA
�� Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
�� Halaqah 10 | Nikmat dan Adzab Kubur (bagian 2)
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/e4fdv9x2ca7nigi/AUD-20150804-WA0002.mp3?dl=0
~~~~~~~~~~~~~~~

NIKMAT DAN ADZAB KUBUR (bagian 2)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqoh yang ke-10 dari Silsilah Beriman kepada Hari Akhir adalah tentang Nikmat & Adzab Kubur bagian yang kedua.

Di dalam hadist Al-Bara' di sebutkan bahwasanya orang yang beriman apabila bisa menjawab fitnah kubur dengan baik akan:

- Diberi alas dari surga,
- Diberi pakaian dari surga,
- Dibuka pintu menuju surga, sehingga ia diterpa angin surga dan mencium wanginya bau surga,

- Dan diluaskan kuburannya sejauh mata memandang.

- Kemudian ditemani amal sholeh yang selama ini lakukan di dunia yang Allah wujudkan berupa seorang yang berwajah bagus, berpakaian indah dan berbau wangi.

Namun orang kafir ketika tidak bisa menjawab fitnah kubur dia akan:

- Diberi alas dari neraka,
- Pakaian dari neraka,
- Dibuka pintu menuju neraka, diterpa angin yang panas dari neraka,

- Kemudian disempitkan kuburanya sehingga tulang rusuknya saling bersilangan

- Kemudian dia ditemani dosa-dosa yang selama ini dilakukan di dunia yang Allah wujudkan berupa seorang yang buruk rupa dan pakaian serta menyengat bau badannya.

Secara umum, kemaksiatan adalah sebab azab kubur.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam telah menyebutkan beberapa kemaksiatan yang merupakan sebab azab kubur diantaranya:

1. Namimah atau mengadu domba

2. Tidak menjaga kesucian diri dan pakaian dari air kencing.

Sebagaimana diriwayatkan dari hadist Bukhari-Muslim :

Azab kubur bagi orang yang beriman bisa terhenti dan terputus dengan sebab tertentu diantaranya adalah :

~ Doa orang yang berziarah

~ Menghindari kemaksiatan

~ Bertaubat dari kemaksiatan

~ Dan berdoa sebelum salam.

Adalah cara untuk selamat dari azab kubur, do'a sebelum salam yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam hendaknya jangan diremehkan meskipun hukumnya sunnah.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ،و مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.

Artinya:

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam, dari siksa alam kubur, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”

(HR. Muslim)

Kita memohon kepada Allah Ta’ala semoga Allah Subhanallahu wa Ta'alla melindungi kita semua dari adzab kubur. 

Sampai bertemu kembali pada Halaqoh yang selanjutnya,

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullah Roy,
Di kota Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Ditranskrip oleh
Tim Transkrip BIAS
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Selasa, 04 Agustus 2015

Allāh Menolong Seorang Hamba

�� BimbinganIslam.com
Senin, 18 Syawwal 1436 H / 3 Agustus 2015 M
�� Ustadz Firanda Andirja, MA
�� Kitābul Jāmi' | Bab Al-Birru (Kebaikan) Wa Ash-Shilah (Silaturahim)
�� Hadits ke-12 | Allāh Menolong Seorang Hamba (Bagian 4)
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/oyu8evaacdpovjp/Menutup%20Aib%20Seorang%20Muslim%20III.mp3?dl=0
~~~~~~~

ALLĀH MENOLONG SEORANG HAMBA
بسم اللّه الرحمن الرحيم

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Dari shāhabat Abu Hurairah radhiyallāhu 'anhu, beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang menghilangkan dari seorang Muslim penderitaannya dari penderitaan di dunia, maka Allāh akan menghilangkan darinya dari penderitaan-penderitaan hari Kiamat. Barangsiapa yang memudahkan bagi orang yang mengalami kesulitan karena terlilit hutang, maka Allāh akan memudahkan baginya urusan di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib orang Islam, maka Allāh akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allāh senantiasa menolong hamba tersebut jika seorang hamba menolong saudaranya."
(HR. Muslim)
➖➖➖➖➖➖➖

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita masuk pada bagian terakhir, bagian yang keempat dari pembahasan sebelumnya. Dimana Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

"Allāh menolong hamba, jika seorang hamba menolong saudaranya."

Hadits ini sebenarnya kesimpulan dari pada lafadz-lafadz sebelumnya yang menjelaskan bahwasanya segala bentuk pertolongan seorang hamba kepada saudaranya, maka akan dibalas juga dengan pertolongan Allāh Subhānahu wa Ta'āla bahkan dibalas dengan lebih dari pada apa yang dia bantu kepada saudaranya.

Hadits ini (lafadz) yang terakhir ini umum, mencakup bantuan apapun, mungkin seseorang membantu saudaranya dengan:
- Kata-katanya
- Tenaganya
- Hartanya
- Hatinya
- Doanya

Jika dengan kata-kata yang indah bisa membantu saudaranya, maka ini dianggap bantuan. Pokoknya bantuan dalam bentuk apapun, termasuk dalam hadits ini.

Kemudian juga umum mencakup apa yang dibantu, kebutuhan saudaranya apapun, apakah saudaranya membutuhkan bantuan yang besar atau bantuan yang kecil.

Bantuan dalam model apapun, diberikan dalam kebutuhan apapun, maka Allāh akan membantu hambaNya yang membantu saudaranya.

Oleh karenanya dalam hadits Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan:

لأن أمشي مع أخ في حاجة أحب إلي من أن أعتكف في هذا المسجد شهرا

"Saya menemani saudara saya dalam rangka memenuhi kebutuhannya lebih saya sukai, dari pada i'tikaf di masjid Nabawi selama sebulan."

Karena i'tikaf di masjid Nabawi selama sebulan, faedahnya berkaitan dengan seorang hamba itu sendiri, tetapi menemani saudara, ikut berjalan dengannya, ini berkaitan dengan membantu saudara.

Dan amalan yang muta'addi (faedahnya sampai kepada orang lain), lebih disukai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, dari pada amalan yang faedahnya terbatas pada pelakunya sendiri.

Dan disini in syā Allāh dalil Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Allāh membantu seorang hamba, selama hamba membantu saudaranya.

Perhatikan !
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, mengatakan "selama hamba membantu saudaranya", artinya apa ?

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak mengatakan "selama dia membantu orang lain", tetapi mengatakan "selama dia membantu saudaranya".

Artinya, orang lain yang dia bantu tersebut adalah saudaranya. Dan muktabal ukhuwah, konsekuensi dari persaudaraan yaitu kita membantu, namanya saudara, maka kita bantu. Kalau kita tidak bantu apa fungsinya dikatakan sebagai saudara sesama muslim ?

Kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam juga mengatakan:

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ

"Dan Allāh akan membantu sang hamba."

Disini Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak mengatakan

وَاللَّهُ يُعِيْنِهُ

"Akan membantunya", tetapi mengatakan "Allāh akan membantu sang hamba".

Jadi orang yang membantu saudaranya dikatakan sebagai hamba Allāh Subhānahu wa Ta'āla, ini sebenarnya pujian secara khusus. Oleh karenanya dalam sebagian ayat Allāh Subhānahu wa Ta'āla memuji Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan menyebut Nabi sebagai hambaNya.

Seperti firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ

"Maha Suci Allāh yang telah memperjalankan hambaNya dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha di malam hari yang diberkahi sekelilingnya". (QS Al-Isrā :1)

Disini Allāh mengatakan hambaNya.

Oleh karenanya dalam hadits ini, orang yang membantu saudaranya adalah benar-benar hamba Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Berarti dia beribadah dan yakin kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Bahwasanya Allāh akan membantu dia. Disini Allāh memberi sifat ubudiyyah kepada orang yang membantu saudaranya.

Oleh karenanya para ikhwan dan akhawāt yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita ada waktu untuk beribadah, untuk menenangkan hati kita, ada waktu untuk membantu kerabat kita, ada waktu untuk membantu orang tua kita, ada waktu untuk mengurus anak dan istri kita, ada waktu juga kita sisihkan untuk membantu saudara-saudara kita, meskipun tidak ada hubungan kerabat dengan kita, meskipun dia tidak pernah membantu kita, tetapi kita membantunya karena Sllāh Subhānahu wa Ta'āla.

Ingat ! Barang siapa yang membantu saudaranya, maka Allāh akan membantunya. Dan jika Allāh sudah membantu seorang hamba, maka pasti akan dimudahkan, karena ditangan Allāh segala perkara. Jika Allah menghendaki sesuatu, tinggal mengatakan kun fayakun, maka jadilah.

والله تعالى أعلم بالصواب
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ditranskrip oleh
Tim Transkrip BiAS
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

BELAJAR DARI PERADABAN TEMBOK CINA

�� BELAJAR DARI PERADABAN TEMBOK CINA

Ketika masyarakat Cina zaman dulu berkeinginan untuk dapat hidup dengan aman sentosa, mereka pun membangun tembok cina raksasa.
Mereka meyakini bahwa tidak satupun yang mampu memanjatnya karena ketinggiannya yang luar biasa.
Akan tetapi, pada seratus tahun pertama pasca pembangunan tembok tersebut, bangsa Cina diserang sebanyak tiga kali! Setiap kali bala tentara musuh melakukan penyerangan, mereka tidak perlu sampai harus menghancurkan tembok atau memanjatnya.
Setiap kali (melakukan penyerangan), mereka cukup menyuap para penjaga tembok kemudian mereka masuk melalui pintu yg ada.
Masyarakat Cina saat itu tersibukkan dengan pembangunan tembok dan mereka melupakan pembangunan para penjaga tembok tersebut. Yaitu membangun manusianya... Sebelum membangun yang lainnya.
Dan inilah yang dibutuhkan oleh para pelajar kita saat ini...

Salah seorang orientalis berkata :
Apabila Anda bermaksud menghancurkan suatu peradaban beserta induknya, ada tiga metode yaitu :
1⃣ HANCURKAN KELUARGA MEREKA
2⃣ HANCURKAN PENDIDIKAN MEREKA
3⃣ JATUHKAN (KEHORMATAN) PANUTAN MEREKA
�� untuk menghancurkan keluarga, maka hilangkan peran seorang IBU dan jadikan dirinya merasa malu dengan sebutan "ibu rumah tangga"
�� untuk menghancurkan pendidikan, hilangkan peran seorang GURU, jadikan dirinya tidak penting di masyarakat, kecilkan kedudukannya sehingga murid²nya pun turut merendahkannya
�� untuk menjatuhkan kehormatan para panutan, silakan tikam kehormatan PARA ULAMA, kecilkan tugas mereka, sebarkan keragu²an terhadap mereka sehingga mereka tidak akan didengar dan diikuti lagi oleh seorang pun.

Apabila "SEORANG IBU yang penuh perhatian" telah hilang, "SEORANG GURU yang tulus" telah tiada, dan PANUTAN pun telah dijatuhkan kemuliaannya, lantas Siapa gerangan yang akan mendidik para generasi muda di atas nilai² yang luhur?!!
Perkataan yang sangat penting sekali.

Diterjemahkan oleh Ust. Abu Salma Muhammad, dari teks bhs arab kiriman Ust. DR. Nurul Mukhlisin حفظهما الله تعالى di group "ملتقى الدعاة الى الله"

Demikian, wabillahi at-taufiiq

--------------------------
♻ Silsilah nasihat ke - 92
�� Broadcast WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo

NASEHAT ASY-SYAIKH RABI' UNTUK SALAFIYYIN

���� Terbaru : NASEHAT ASY-SYAIKH RABI' UNTUK SALAFIYYIN

���� Transkrip Nasehat asy-Syaikh Rabi' hafizhahullah untuk anak-anak didiknya
�� (tertanggal 7 Syawal 1436 H)

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من اتبع هداه، أما بعد

Aku menasihatkan kepada diri saya pribadi dan segenap kaum muslimin, dan bagi Salafiyyin secara khusus :
�� untuk bertakwa kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala,
�� berpegang teguh dengan TALI AGAMA Allah Azza wa Jalla,
�� saling memperkuat persaudaraan di antara Salafiyyin secara khusus,
�� saling bersatu dan berta'awun (bekerja sama) di atas kebaikan dan ketakwaan, dan
���� menjauhi sebab-sebab perselisihan -Barakallahu fikum- karena ini semua dapat merusak dan memperburuk Dakwah mereka, serta membuat musuh-musuh mereka senang.

�� Aku wasiatkan kepada Salafiyyin untuk bertakwa kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala dan bersemangat kuat untuk saling mencintai, saling memperkuat persaudaraan, saling berkasih sayang, saling berbelas kasih di antara mereka, dan menjauhi sebab-sebab timbulnya perselisihan. Barangsiapa di kalangan Salafiyyin melakukan kesalahan maka janganlah disebar-sebarkan.
��☀ Namun hendaknya orang-orang yang berakal sehat dan berpengetahuan baik menasehatinya dengan hikmah dan peringatan yang baik.

���� Aku menasihatkan secara khusus bagi saudara-saudaraku di Britania (Inggris) untuk menjalin persaudaraan dengan saudara-saudaranya Salafiyyin di Kuwait, Saudi Arabia, Mesir, Sudan, dan segenap negeri Muslim lainnya.
⛵✈ Ketika datang utusan (para tamu) dari negeri Kuwait dan selainnya, hendaknya mereka menyambutnya dengan penuh penghormatan dan pemuliaan. Jangan kalian takut terhadap siapapun karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan Insya Allah, barakallahu fikum.

�� Syaitan menakut-nakuti dan membuat kalian khawatir terhadap fulan dan fulan. JANGANLAH TAKUT KECUALI HANYA KEPADA ALLAH TABARAKA WA TA'ALA. Hendaknya kalian saling menghormati satu sama lain. Hormatilah saudara-saudara kalian yang berasal dari Kuwait, yang mereka itu bersungguh-sungguh membantu kalian membangun dakwah, menyebarkannya, dan memperkuat dakwah. Janganlah kalian mengingkari perkara ma'ruf (kebaikan, pen) ini.

���� Semoga Allah memberikan taufiq kepada kalian, meluruskan langkah kalian, melimpahkan berkah kepada kalian, menyatukan hati-hati kalian, serta menjauhkan semua keburukan dari kami dan kalian.

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.

Nasehat ini aku sampaikan pada malam ketujuh Syawal 1436 H.

✅�� Aku tegaskan lagi kepada saudara-saudaraku sekalian yang pada hari-hari ini saling mencela dan melempar kata-kata yang buruk sesama mereka, hendaknya mereka BERTAKWA KEPADA ALLAH dan MERASA MALU DARI PERBUATAN JELEK INI.
��yakni menunjukkan TIDAK ADA KESABARAN, KELEMAHLEMBUTAN, dan tidak ada.... tidak ada.... .

☀�� Sementara DAKWAH SALAFIYAH DITEGAKKAN DI ATAS PRINSIP-PRINSIP INI : KESABARAN, KELEMAHLEMBUTAN, SIKAP SALING MENTOLERIR, DLL.

Jika ada salah seorang melakukan kesalahan, jangan kamu bantah, diamlah. 
���� Akan tetapi, nasehatilah dia secara tersembunyi antara kamu dan dia. 
�� Tinggalkan saling mencaci, dan malulah kalian kepada Allah Azza wa Jalla, dan hendaknya kalian saling menghormati satu sama lainnya. Jangan kalian rusak Dakwah Salafiyah dengan caci makian yang buruk ini. Bertakwalah kepada Allah pada diri kalian dan Dakwah ini.

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.

Sumber
�� http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=153720

�� http://ar.alnahj.net/audio/2047/7-1436

..........................................
unduh audio di sini
���� http://ar.alnahj.net/audio/download/2382/rabee-shawal.mp3
�� 6.01 MB

••••••••••••••••••
���� Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kriteria Wanita yang Paling Baik untuk Dijadikan Istri

Kriteria Wanita yang Paling
Baik untuk Dijadikan Istri
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ
Kriteria Wanita yang Paling Baik untuk Dijadikan Istri
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ﺗَﺰَﻭَّﺟُﻮﺍ ﺍﻟْﻮَﺩُﻭﺩَ ﺍﻟْﻮَﻟُﻮﺩَ ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﻣُﻜَﺎﺛِﺮٌ ﺑِﻜُﻢُ ﺍﻟْﺄُﻣَﻢَ
“Nikahilah wanita yang penyayang lagi peranak, karena
sesungguhnya aku akan berbangga dengan jumlah
kalian di hadapan umat-umat yang lain (pada hari
kiamat).” [HR. Abu Daud dan An-Nasaai dari Ma’qil bin
Yasar radhiyallahu’anhu , dan Ahmad dan Ibnu Hibban
dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Shahih Abi Daud:
1789]
#Beberapa_Pelajaran:
1) Dalam hadits yang mulia ini terdapat perintah
menikah dan larangan hidup membujang.
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga
bersabda,
ﻳَﺎ ﻣَﻌْﺸَﺮَ ﺍﻟﺸَّﺒَﺎﺏِ، ﻣَﻦِ ﺍﺳْﺘَﻄَﺎﻉَ ﺍﻟﺒَﺎﺀَﺓَ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺰَﻭَّﺝْ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺃَﻏَﺾُّ ﻟِﻠْﺒَﺼَﺮِ
ﻭَﺃَﺣْﺼَﻦُ ﻟِﻠْﻔَﺮْﺝِ، ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟﺼَّﻮْﻡِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻭِﺟَﺎﺀٌ
“Wahai para pemuda, siapa diantara kalian telah
memiliki kemampuan hendaklah segera menikah,
karena itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga
kemaluan, barangsiapa tidak mampu maka hendaklah
ia berpuasa, karena itu akan menjadi perisai
baginya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud
radhiyallahu’anhu ]
➡ Dan sabda beliau shallallahu’alaihi wa sallam,
ﺗَﺰَﻭَّﺟُﻮﺍ ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﻣُﻜَﺎﺛِﺮٌ ﺑِﻜُﻢُ ﺍﻟْﺄُﻣَﻢَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻛَﺮَﻫْﺒَﺎﻧِﻴَّﺔِ
ﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ
“Menikahlah, karena sesungguhnya aku akan
berbangga dengan jumlah kalian terhadap umat-umat
yang lain pada hari kiamat, dan janganlah hidup
membujang seperti Kependetaan Kristen.” [HR. Al-
Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro dari Abu
Umamah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah : 1782]
2) Anjuran dalam pernikahan;
➡ Memilih wanita yang memiliki dua sifat; penyayang
dan peranak,
➡ Bisa juga bermakna anjuran mempertahankan
pernikahan dengan wanita yang memiliki dua sifat
tersebut (lihat Al-Mirqoh : 5/2047).
3) Keutamaan wanita yang penyayang melebihi
kecantikan, kekayaan dan keturunan, bahwa sifat istri
yang penyayang termasuk sebab terbesar
kelanggengan rumah tangga, karena seorang wanita
yang memiliki sifat tersebut akan nampak dalam sikap
dan prilakunya terhadap suami, inilah wanita penghuni
surga.
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ﺃَﻻ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻨِﺴَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ،
ﻗَﺎﻝَ : ﻛُﻞُّ ﻭَﺩُﻭﺩ ﻭَﻟُﻮﺩ ، ﺇِﺫَﺍ ﻏَﻀِﺒَﺖْ ﺃَﻭْ ﺃُﺳِﻲﺀَ ﺇِﻟَﻴْﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﻏَﻀِﺐَ ﺯَﻭْﺟُﻬَﺎ
، ﻗَﺎﻟَﺖْ : ﻫَﺬِﻩِ ﻳَﺪِﻱ ﻓِﻲ ﻳَﺪِﻙَ ﻻ ﺃَﻛْﺘَﺤِﻞُ ﺑِﻐُﻤْﺾٍ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺮْﺿَﻰ
“Maukah kalian aku kabarkan tentang istri-istri kalian di
surga? Para sahabat berkata: Tentu wahai Rasulullah.
Beliau bersabda: Setiap istri yang penyayang lagi
peranak, apabila ia marah atau diperlakukan buruk atau
suaminya marah kepadanya, ia berkata: Ini tanganku di
tanganmu, aku tidak akan bisa terpejam sampai
engkau ridho.” [HR. Ath-Thabrani dari Anas, Ibnu
‘Abbas dan Ka’ab bin ‘Ujroh radhiyallaahu’anhum, Ash-
Shahihah : 3880]
➡ Al-Munawi rahimahullah berkata,
ﺍﻟﻤﺘﺤﺒﺒﺔ ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ ﺑﻨﺤﻮ ﺗﻠﻄﻒ ﻓﻲ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﻭﻛﺜﺮﺓ ﺧﺪﻣﺔ ﻭﺃﺩﺏ
ﻭﺑﺸﺎﺷﺔ
“Wanita yang penyayang adalah yang menampakkan
cinta kepada suaminya; seperti dengan kelembutan
dalam berbicara, banyak membantu, beradab dan selalu
ceria serta ramah (kepada suaminya).” [ Faidhul Qodir,
3/242]
4) Motivasi untuk memperbanyak anak, dan diantara
tanda mengetahui wanita yang peranak atau subur
kandungannya adalah:
➡ Melihat kerabat-kerabatnya secara umum, apabila
mereka memiliki banyak anak maka kemungkinan besar
wanita tersebut juga peranak (lihat Al-Mirqoh : 5/2047).
➡ Apabila ibunya, saudara-saudara perempuannya,
bibi-bibinya dan keluarga wanitanya yang lain memiliki
banyak anak, juga kemungkinan besar wanita tersebut
peranak (lihat Syarhu Sunan Abi Daud lisy Syaikh
Al-‘Abbad hafizhahullah , 21/298 versi Asy-Syaamilah )
➡ Apabila ia telah pernah menikah (janda) dan banyak
anak (lihat Syarhu Sunan Abi Daud lisy Syaikh Al-‘Abbad
hafizhahullah , 21/298 versi Asy-Syaamilah )
5) Beberapa ringkasan hukum terkait pengaturan dan
pembatasan kelahiran atau Program KB:
➡ Pembatasan kelahiran hukumnya haram, karena
bertentangan dengan hadits yang mulia ini, yang
memerintahkan untuk memperbanyak anak dan juga
karena mengandung prasangka buruk kepada Allah
apabila pembatasan kelahiran itu karena khawatir
kekurangan rezeki atau masalah ekonomi (lihat Fatawa
Al-Lajnah Ad-Daimah , 19/298 no. 3205)
➡ Pembatasan kelahiran dibolehkan apabila karena
suatu penyakit sehingga kehamilan atau melahirkan
akan sangat membahayakan sang ibu, menutut
persaksian dokter muslim yang ahli dan terpercaya
(lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah , 19/293 no. 443)
➡ Pengaturan jarak kelahiran untuk suatu
kemaslahatan dibolehkan, seperti karena lemahnya istri
untuk hamil, atau untuk menyusui anaknya yang masih
dalam masa persusuan (lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-
Daimah, 19/300 no. 16013)
➡ Pembatasan kelahiran termasuk makar orang-orang
kafir terhadap kaum muslimin untuk kepentingan
penjajahan (lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah , 19/297
no. 2221)
➡ Tidak boleh menggugurkan kandungan dengan
alasan apa pun apabila telah mencapai umur kehamilan
4 bulan, karena masa itu telah ditiupkan ruh, dan
dibolehkan sebelum itu apabila memudaratkan sang ibu
(lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah , 19/295 no. 443)
➡ Pemakaian obat-obatan atau suntikan untuk
mencegah kehamilan dibolehkan dengan dua syarat:
Pertama: Ada alasan yang benar untuk mencegah
kehamilan seperti yang telah dijelaskan di atas.
Kedua: Tidak mendatangkan kemudaratan yang semisal
atau lebih besar, yaitu berbagai macam penyakit yang
lebih berbahaya menurut persaksian dokter muslim
yang ahli dan terpercaya (lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-
Daimah, 19/294 no. 443)
➡ Hukum membatasi kelahiran dengan alasan
pendidikan anak:
Pertama: Alasan pendidikan anak dalam artian khawatir
tidak dapat membiayai pendidikan mereka bukan
termasuk alasan darurat. Melakukan KB karena alasan
itu adalah bentuk prasangka buruk kepada Allah ta’ala,
karena sesungguhnya Allah ta’ala Ar-Rozzaq, Maha
Pemberi rezeki.
Kedua: Adapun jika yang dimaksud pendidikan anak
adalah kemampuan orang tua mendidik mereka maka
ini juga bukan alasan yang dapat diterima karena dua
sebab utama;
1. Masa depan adalah sesuatu yang ghaib,
2. Seseorang tidak tahu siapa anaknya yang
mendapatkan hidayah oleh Allah ta’ala, apakah yang
telah lahir dan telah dididik ataukah yang akan lahir
berikutnya. Maka hendaklah ia bertawakkal kepada
Allah ta’ala, menyandarkan urusannya kepada-Nya, dan
janganlah mengikuti program KB dengan alasan itu
(lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah , 19/301 no. 2114)
ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ
https://web.facebook.com/sofyanruray.info

Tafsir Surat 2 Al-Baqarah, Ayat 282.

Taushiyah ke 182, Senin 18 Syawal 1436 / 03 Agustus 2015

Tafsir Mudah 100 Ayat Al-Qur'an Seruan Kepada Orang Beriman

Ayat Kesepuluh: Surat 2 Al-Baqarah, Ayat 282.

Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (mendiktekan apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Tafsir Mudah dan Kandungan Ayat:

1. Ayat ini adalah seruan untuk semua orang beriman tanpa pandang suku, ras, warna kulit dan bangsa.
2. Orang beriman adalah orang mengimani semua yang wajib diimani dengan ucapan lisan, keyakinan hati dan pengamalan dengan anggota tubuh. Iman bisa bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan bisa berkurang dengan kedurhakaan kepada Allah.
3. Ini adalah ayat tentang hutang piutang dan merupakan ayat terpanjang dalam Al-Qur'an.
4. Dalam ayat ini terkandung banyak hukum yang sangat penting dan bermanfaat serta kita butuhkan.
5. Hukum hutang piutang adalah boleh.
6. Hendaklah hutang piutang dilakukan dengan jelas segala sesuatunya; seperti barang dan batas waktunya.
7. Allah memerintahkan agar semua transaksi hutang piutang itu dicatat agar tidak lupa dan tidak terjadi persengketaan atau hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
8. Hendaklah yang mencatat adalah orang yang adil dan tidak condong ke satu pihak.
9. Hendaklah yang mencatat itu mengerti seluk beluk hutang piutang.
10. Hendaklah orang yang diberi nikmat oleh Allah berupa mampu dan mengerti mencatat tidak menolak jika diminta untuk mencatatkan oleh orang lain.
11. Hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan atau mendiktekan apa yang akan ditulis itu
12. Hendaklah orang yang berhutang itu bertakwa kepada Allah dan tidak mengurangi sedikitpun daripada hutangnya.
13. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah keadaannya atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka sebagai gantinya hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur.
14. Allah perintahkan agar transaksi hutang piutang itu dipersaksikan oleh dua orang saksi lelaki.
15. Jika tak ada dua orang saksi lelaki, maka boleh seorang lelaki dan dua orang perempuan.
16. Hendaklah saksi itu adalah orang yang diridhai karena keadilannya supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya.
17. Hendaklah saksi itu beragama Islam dan sudah baligh.
18. Saksi-saksi itu wajib hadir jika dipanggil tidak boleh enggan memberi keterangan apabila mereka dipanggil.
19. Janganlah kita jemu menulis transaksi hutang piutang, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya.
20. Semua ini adalah petunjuk yang sempurna dari Allah.

(Bersambung)

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan "Ahlul Qur'an" [Keluarga Al-Qur'an] dan "Shohibul Qur'an"  [Sahabat Al-Qur'an], yang "Hidup Di Bawah Naungan Al-Qur'an", selalu membaca, memahami dan mengamalkannya sehingga kami menjadi sukses, bahagia dan selamat dunia akhirat, aamiin..

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami

���� WA MTDHK (Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah) kota Malang ����

�� Infaq kegiatan dakwah MTDHK bisa disalurkan melalui rekening a/n Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah;

�� BSM No: 7755555511
�� BNI No: 0362755494

���� Semoga Allah beri ganti dengan yang lebih baik dan barokah di dunia dan akhirat.

☝��️Kegiatan dakwah dan laporan keuangan ada di website kami www.mtdhk.com.

�� Untuk berlangganan WA Taushiyah MTDHK ketik "GABUNG" kirim WA (bukan SMS) ke +6283848634832 (Anggota lama tidak perlu mendaftar lagi)

�� Silahkan disebarkan kiriman ini sebagaimana aslinya tanpa dirubah sedikitpun, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah.. Jazakumulloh khoiro.